ATO Sumut Ancam Lakukan Shutdown Besar- Besaran

Asosiasi Transportasi Online (ATO) Sumut yang menaungi vendor dan driver transportasi berbasis online berencana akan melakukan shutdown aplikasi besar-besaran.

Hal ini akan dilakukan jika tuntutan mereka soal penghentian sementara penerapan Permenhub 108 tahun 2017 tidak disikapi dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Pihak kami akan melakukan shutdown aplikasi besar-besaran yang bisa mengakibatkan masyarakat sebagai pengguna angkutan online tidak dapat terlayani,” ujar Ketua Umum ATO,┬áLungun Tobing, Sabtu (10/2/2018).

Baca:

ATO ingin supaya penindakan di lapangan dihentikan untuk sementara.

Apalagi Permenhub 108 tahun 2017 juga masih dalam proses uji materil di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga :  Hasil Kalkulasi INDEF, Tarif Batas Bawah Ideal Taksi Daring Yogya Rp 25 Ribu per Jam

“PM 108 tahun 2017 kan masih uji materi di MA, seharusnya belum bisa dilaksanakan,” ujar

Menurut bendahara ATO, John Edward Manurung, pihaknya bukan menolak produk hukum Permenhub tersebut, melainkan penerapannya dilapangan yang langsung menindak para driver lewat operasi simpatik.

Mereka berharap, pemerintah dapat lebih dulu melakukan sosialisasi dengan mengundang para vendor yang menaungi driver.

Saat ini, menurut ketua ATO Lungun Tobing, ada kurang lebih 1.200 driver online yang berada di bawah naungan mereka.

Pihak ATO biasa menyebut driver online sebagai mitra mereka.

“ATO menganggap mitra bagian dari nyawa perusahaan yang merupakan vendor para driver. Karena itu, perusahaan vendor tentu tidak mau mitra mereka tersakiti karena adanya Permenhub ini,” ungkap Lungun.

Baca Juga :  Buka Cabang Markobar di Batam, Ini Harapan 2 Putra Jokowi ke Driver Go-Jek

(tribunnews/tow)

 

Loading...