Arogan, Becak di Jombang Sweeping Ojek Online

Pemeritah Pusat melalui Kemenhub tidak  pernah melarangan kehadiran ojek online, meskipun sampai saat ini regulasi regulasi terkait operasionalnya belum dimiliki. Tidak seperti taksi online yang telah memiliki payung hukum yaitu Pm 108. Walaupun dalam implementasinya masih menimbulkan polemik hingga saat ini.

Berdasarkan hasil penelitian Puskakom UI, kehadiran ojek online dapat menurunkan angka pengangguran secara signifikan hingga enam puluh persen. Selain itu, ojek online juga mendongkrak pendapatan para pelaku UMKM.

Baca:

Namun, gesekan yang ditimbulkan terhadap kehadiran ojek online juga di bebera daerah tak bisa terhindarkan.

Baca Juga :  Iklan Viral dan Kreatif Selama Ramadhan

Gesekan tukang becak dengan ojek online mulai terjadi di Jombang. Setidaknya sudah ada dua tukang ojek online yang hari ini ‘disandera’ oleh abang becak. Beruntung tidak sampai terjadi bentrokan fisik keduanya.

Yulianto, kordinator paguyuban becak motor Jombang mengatakan, pihaknya sudah melakukan hearing dengan DPRD dan Dinas Perhubungan. Hasilnya, mulai Selasa (20/2/2018), angkutan berbasis online tidak boleh beroperasi sembari menunggu keputusan lanjutan.

Hanya saja, keputuasan hearig tersebut dilanggar oleh tukang ojek online. Buktinya, kata Yulianto, para pengemudi online tersebut masih saja beroperasi. “Kemarin kita sudah ada kesepakatan dalam hearing di DPRD. Hari ini angkutan berbasis online tidak boleh beroperasi. Namun nyatanya, mereka (angkutan online) masih beroperasi,” kata Yulianto.

Baca Juga :  Go-Pulsa, Cara Mudah ISi Pulsa dan Kuota Internet

Yulianto mengatakan, sejak pagi ojek online masih berkeliaran di Jombang. “Hari ini dua tukang ojek yang kita tangkap. Setelah kita tanyai, mereka kita lepas lagi. Kita juga kasihan,” kata pria yang biasa mangkal di kawasan terminal lama Jombang ini.

Salah satu tukang ojek online yang terkena sweeping abang becak adalah Aji Prayoga, warga Kediri yang tinggak di Kecamatan Diwek, Jombang. Saat melintas di Jl Gatot Subroto atau kawasan terminal lama, dirinya dihentikan para tukang becak. Namun setelah ditanyai, Aji dilepas lagi.

Aji mengaku tidak tahu kalau hari ini ada kesepakatan bahwa tukang ojek online tak boleh beroperasi untuk sementara waktu. “Kemarin saya ke paguyuban (ojek online) juga tidak ada pemberitahuan. Jadi hari ini saya tetap keluar. Saya tidak tahu,” kata mahasiswa yang nyambi jadi ojek online ini.

Baca Juga :  Bentuk Satgas Anti Begal, Polresta Tangerang Gandeng Ojek Online

(beritajatim/tow)

Loading...