Aplikator Ojek Online Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi Gender bagi Driver

Perusahaan transportasi berbasis online kenamaan Go-Jek menyatakan tidak pernah memberikan perlakuan khusus atau membedakan antara perempuan dan pria yang hendak melamar menjadi pengemudi ojek online (ojol). Asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, siapapun bisa bergabung ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu.

VP Corporate Affairs Go-Jek Indonesia, Michael Say menjelaskan, masyarakat yang tertarik dapat mendaftar dengan melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Antara lain; SIM, SKCK, KTP dan STNK.

Selain itu, adapula beberapa syarat lain mengenai spesifikasi teknis kendaraan. Setelah persyaratan lengkap, calon mitra driver bisa mendaftar langsung ke kantor operasional Gojek maupun mendaftar secara online.

“Gojek memberikan kesempatan yang sama dan setara bagi siapapun, baik itu laki-laki maupun perempuan, untuk bergabung menjadi mitra driver,” kata Michael saat berbincang dengan Media di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.

Pihaknya sendiri lanjut Michael, membatasi usia mitranya pada umur 65 tahun. Di bawah usia itu, siapapun kata dia, berhak untuk mengaspal menggunakan seragam perusahaan. Kemudian, yang terpenting menurutnya ialah setiap mitra harus sehat jasmani maupun rohani.

Baca Juga :  Indonesia Air Akuisisi Ojek Online “Anterin”

Gojek juga turut mengomentari ikhwal fenomena pengemudi ojol perempuan yang memilih profesi ini guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menurutnya, pihak perusahaan telah menyiapkan beberapa hal untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para mitranya yang berasal dari kaum hawa saat bertugas di lapangan.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan dan menunjang operasional mitra driver kami juga mempunyai berbagai program dan manfaat khusus. Mulai dari paket selular khusus mitra, sampai dengan akses terhadap layanan finansial seperti cicilan kepemilikan rumah,” tuturnya.

Michael mencontohkan adanya driver ojol perempuan bernama Nilawati yang sudah berhasil mencicil rumah untuk keluarganya. Bahkan, hal tersebut langsung disampaikan kepada Ratu Kerajaan Belanda, Maxima Zoreguitta Cerutti yang merupakan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika berkunjung ke kantor mereka.

Baca Juga :  Slank - Pahlawan Jalanan Reaction

“Cerita Nilawati yang mengikuti program cicilan rumah hasil kerja sama kami dan Bank BTN, adanya track record penghasilan yang jelas, membuat mitra driver perempuan seperti Nilawati punya kesempatan untuk mendapatkan program cicilan rumah,” kata dia.

Selain itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan apabila dibonceng dengan driver perempuan. Pihaknya sudah membekali pelatihan berkendara yang bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Adanya pelatihan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi mitra driver perempuan bahwa mereka pun sama tangguhnya dengan mitra driver yang lain saat mengantarkan penumpang,” ujar Michael.

Michael berharap dengan dibukanya lapangan pekerjaan yang seluas-luasanya bagi wanita, akan mampu menciptakan kaum ibu yang mandiri dan menghapus batasan adanya perbedaan gender, antara pria dan wanita.

Baca Juga :  Tips Memesan Taksi Online yang Benar

Tak hanya itu, ia juga merasa yakin bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan mitra driver lainnya dalam bekerja dan mencari nafkah.

“Mitra-mitra driver perempuan adalah keluarga bagi dirinya sendiri maupun keluarganya. Kami berharap mitra-mitra driver perempuan ini dapat terus bekerja dengan baik dan mengutamakan keselamatan,” katanya mengakhiri.

(okezone.com/tow)

Loading...