Akibat Pandemi, Grab Bersiap Hadapi ‘Musim Dingin Panjang’

Mitra pengemudi Grab memarkirkan motornya di parkiran khusus Grab , Mall FX, Jakarta Selatan (22/11/2018). KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana Ilustrasi

Pandemi Covid-19 mengakibatkan permintaan layanan berbagai tumpangan (ride hailing) anjlok. Salah satunya decacorn asal Singapura, Grab. Perusahaan penyedia layanan on-demand ini pun bersiap menghadapi ‘musim dingin’ yang panjang dengan menghemat anggaran. Di Indonesia, Grab dikabarkan menyesuaikan insentif mitra.

Dalam gambar yang diunggah @lambe_ojol, Grab menyesuaikan insentif untuk mitra GrabBike, GrabExpress dan GrabFood di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada 4-10 Mei lalu. Satu berlian bernilai Rp 100. Jika mitra mendapat 15 berlian, baru akan mendapatkan insentif

“Covid-19 merupakan krisis tunggal terbesar yang mempengaruhi Grab dalam delapan tahun keberadaan kami,” kata CEO Grab Anthony Tan.

Saat ini, Grab masih mengukur dampak dari pandemi virus Covid-19. Grab juga harus memutar otak untuk meminimalkan biaya dan mengelola modal selama pandemi Corona-19. Bahkan, Grab mulai menawarkan kepada karyawannya untuk bekerja secara fleksibel, seperti cuti tanpa dibayar, pengurangan jam kerja, dan cuti panjang.

“Pendapatan lebih rendah dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19,” kata Co-founder Grab Tan Hooi Ling.

“Selama ini, kami sedang mempersiapkan skenario terburuk, yang berpotensi menjadi ‘musim dingin’ yang sangat panjang,” lanjutnya.

Andrew Chan Kepala transportasi Grab di Singapura juga telah memperingatkan bahwa perusahaan mungkin tidak lagi dapat memberikan dukungan keuangan tambahan bagi mitra. Apalagi, jika karantina wilayah (lockdown) atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperpanjang hingga Juni.

“Ada banyak ketidakpastian mengenai kedalaman dan durasi pandemi ini. Kami tidak tahu berapa lama resesi ekonomi akan berlangsung. Kami mengambil langkah aktif untuk menghemat uang dan mengelola basis karyawan kami,” terang juru bicara Grab, dikutip dari Tech in Asia.

(transonlinewatch)

Baca Juga :  Gojek Bagikan Ribuan Masker ke Driver Ojek Online Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Loading...