Akan Beri Kelonggaran, Kapolresta Mojokerto Himbau Ojol Taat Protokol Kesehatan

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan saat menerima Perwakilan Koordinator Komunitas Ojek Online. [Foto: istimewa]

Perwakilan Koordinator Komunitas Ojek Online di Mojokerto bertemu dengan Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Rabu (21/7/2021) malam.

Pertemuan digelar menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang hingga tanggal 25 Juli mendatang.

Sebanyak lima orang perwakilan dari Komunitas Ojek online diterima Kapolresta Mojokerto seusai mengikuti vidcon bersama Kapolda Jatim dan Zoom Meeting bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota, Camat dan lurah se-Kota Mojokerto serta Babinsa dengan Bhabinkamtibmas terkait Monev PPKM Darurat.

Curhatan ojek online terkait PPKM Darurat yang diperpanjang oleh pemerintah yakni, akses jalan yang digunakan para pekerja layanan pengiriman ini menjadi terlambat sampai ke pelanggan. Pasalnya, sejumlah titik dilakukak penutupan akses sehingga membuat mereka terpaksa berhenti dan putar balik karena tidak dapat melewati petugas di Pos PPKM Darurat.

Koordinator Komunitas Ojek Online, Slamet mengatakan, sebagai pengantar barang pesanan sesuai dengan aplikasi penerima, pihaknya berharap Polresta Mojokerto memikirkan pekerjaan mereka selama PPKM Darurat. “Di samping itu, jika kami berhenti dan memutar balik pasti sistem kami ini akan memberikan tegoran dan pembengkakan biaya yang akan dibebankan kami,” katanya.

Slamet menambahkan, jika respon Kapolresta Mojokerto juga baik untuk Koordinator Komunitas Ojek Online di Mojokerto. Yakni dengan memberikan kelonggaran untuk mereka bisa melewati Pos Penyekatan PPKM Darurat saat mengantar barang kepada pelanggan sesuai alamat yang di tuju.

Alhamdulillah, curhatan kami diterima dengan respon yang baik dari Bapak Kapolresta Mojokerto. Kami tetap mengikuti aturan,” tegas perwakilan ojek online asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto ini.

Sebagaimana pernyataan Presiden RI pada Press Conference tanggal 20 Juli 2021 kemarin, terkait pelaksanaan PPKM Darurat di level 4 untuk Pulau Jawa dan Bali yang Semula terhitung mulai tanggal 3 Sampai dengan 20 Juli 2021, diperpanjangan sampai dengan tanggal 25 Juli 2021,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Masih kata Kapolresta, perpanjangan PPKM Darurat membuat pemerintah daerah (pemda) maupun pihak TNI/Polri harus menutup sebagian titik jalan yang ada di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Namun, pihaknya akan memberikan kelonggaran khusus bagi ojok online untuk bisa melewati akses jalan tersebut saat melakukan pekerjaannya.

Ini bukan salah Wali Kota, bukan salah Kapolres dan bukan salah Pak Dandim, dimana kita harus melaksanakan PPKM Darurat dengan penyekatan. Saya akan sampaikan kepada anggota di lapangan untuk bisa membantu rekan-rekan Ojol. Rekan-rekan ojol, besuk bisa melewati penyekatan namun dengan syarat benar-benar melakukan pengiriman barang pesanan dengan menunjukan kepada petugas di lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga memberikan bantuan sosial dari pemerintah berupa pakaet sembako dan pro-biotik, madu, vitamin serta obat-obatan. Kapolresta menghimbau agar para ojek online selalu taat protokol kesehatan dan bisa mengurangi jam pelayanan di atas pukul 22.00 WIB demi keselamatan dan kondisi yang masih pandemi.

(TOW) Artikel ini telah tayang di beritajatim.com

Loading...