AirAsia Bakal Hadirkan Layanan Ojol Pengantar Makanan di Indonesia

Chief Executive Officer (CEO) AirAsia, Tony Fernandes baru-baru ini berbagi pengalamannya sebagai driver ojek online penyedia layanan makanan baru besutan AirAsia.

AirAsia buka cabang ojol antar makanan di Singapura. Maskapai LCC ini juga berencana melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Pandemi membuat semua pihak berpikir ulang mengenai model bisnis yang tepat, terlebih lagi buat perusahaan penerbangan. Di Singapura, ojol antar makanan ini masih dalam masa pengenalan.

Diberitakan Today Online, Kamis (4/3/2021), AirAsia Food untuk layanan pesan-antar makanan meluncur di Singapura. Ada penawaran pengiriman gratis selama dua minggu untuk pesanan dalam jarak 8 km.

Peluncuran ojol antar makanan AirAsia ini dilakukan pada Selasa (2/3) kemarin. Di masa awal, sudah ada 24 gerai makanan dan minuman yang bergabung di platrformnya.

AirAsia dalam hal ini harus bertarung dengan pemain-pemain mapan yang sudah ada sebelumnya. Sejauh ini, AirAsia Food sudah memiliki 500 pengendara dan 300 operator makanan lainnya sedang dalam proses untuk bergabung,” kata Lim Ben-Jie, kepala e-commerce untuk aplikasi AirAsia.

Baca Juga :  Gojek dan Grab Bantu Pemerintah Singapura Basmi Virus Corona

Perusahaan menjanjikan biaya pengiriman 5 persen lebih rendah dari para pesaingnya. Selain itu, AirAsia Food juga menawarkan pengiriman gratis dalam jarak 8 kilometer hingga 16 Maret.

Pemesanan dapat dilakukan di situs web AirAsia Food atau melalui aplikasi supernya, di mana penerbangan juga dapat dipesan di sana.

Di AirAsia Food, misi kami selalu membantu bisnis makanan lokal menjaga biaya operasional mereka tetap rendah dengan menawarkan tarif komisi yang jauh lebih rendah yang kemudian dapat diteruskan kepada pelanggan,” Chief Executive Officer Grup AirAsia Tony Fernandes.

Sehingga mereka dapat menikmati harga yang lebih rendah untuk hidangan favorit mereka,” imbuh dia.

Restoran yang sudah menerima pesanan AirAsia Food adalah Swee Choon Tim Sum, Maki-san, PizzaExpress, dan Indian Wok. Perusahaan berharap dapat menarik lebih banyak restoran dan sejenisnya operator dengan menawarkan biaya komisi yang lebih rendah sebesar 15 persen pada setiap transaksi.

Baca Juga :  Mantan Pengemudi Grab Diadili dengan Tuduhan Melakukan Percobaan Pemerkosaan

Tiga platform ojol pengiriman makanan utama di Singapura, yaknio GrabFood, Foodpanda, dan Deliveroo mengenakan tarif antara 25 dan 35 persen.

Lim memperkirakan bahwa si ojol dapat menghasilkan rata-rata hingga SGD 700 seminggu jika mereka mengirimkan 10 pesanan per hari selama enam hari seminggu. Para ojol akan dikelola oleh cabang logistik Teleportasi AirAsia yang diluncurkan di Singapura tahun lalu.

AirAsia Food, yang mulai beroperasi di Klang Valley pada Mei tahun lalu, masih berekspansi ke lebih banyak kota di Malaysia. Fernandes mengatakan pada Malaysia New Straits Times pada Desember lalu bahwa mereka mampu memenuhi 1.000 pengiriman makanan sehari, sementara perusahaan besa 55.000 pengiriman sehari.

Baca Juga :  Disebut Dapat Suntikan Dana dari Perusahaan Korsel, Grab Menolak Berkomentar

Setelah Singapura, AirAsia Food berencana meluncurkannya di Thailand, Indonesia, dan Filipina sebelum akhir tahun ini.

Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, AirAsia juga berencana meluncurkan tiket tahunan. Traveler dapat memesan penerbangan tak terbatas dari Singapura ke negara Asia Tenggara lainnya dan menikmati pengiriman makanan gratis.

Kami membutuhkan tujuh tahun untuk mendapatkan izin penerbangan dari Kuala Lumpur ke Singapura. Kami membutuhkan waktu tujuh minggu untuk meluncurkan layanan makanan kami. Jadi dunia telah berubah,” CEO AirAsia Fernandes menegaskan.

Artikel ini telah tayang di detikTravel (TOW)

Loading...