ADO Salahkan Pemerintah Soal Konflik Ojek Online dan Opang di Cikoneng

Keributan yang terjadi antara sopir ojek online dan ojek pangkalan di Jalan Cikoneng, Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dinilai sebagai ketidaktegasan pemerintah. Keberadaan ojek online yang dibutuhkan masyarakat tidak diberikan payung hukum oleh pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen, menyesalkan terulangnya keributan antara sopir ojek online dan ojek pangkalan tersebut. Yansen mengatakan hal itu akibat pemerintah yang tigak tegas mengatur ojek online.

“Mereka selalu berada di daerah abu-abu yang diperlakukan seperti ini. Jadi pemerintah ini, kita tahu bahwa ojol dibutuhkan dubutuhkan masyarkat tapi pemerintah tidak mau memberikan payung hukum,” kata Yansen.

Menurut Yansen seharunya pemerintah memberikan kejelasan kepada para pelaku ojek online. Pemerintah pusat, kata Yansen hanya menyerahkan kepada pemerintah daerah.

Baca Juga :  Baru Dua Hari Dibuka Kembali, Penumpang Ojol di Bekasi Masih Sepi

“Di sisi lain pemerintah tidak pernah tegas kepada perusahaan aplikasi dalam hal mengatur bagaimana membatasi jumlah ojek online yang semakin bertambah. Selalu dibuka pendaftaran,” ujar Yansen.

Yansen menjelaskan, keributan yang terjadi antara ojek online dan ojek pangkalan karena pesaingan tarif, sehingga hal itu memicu terjadinya perseteruan antara keduanya.

“Bagaimana saudara-saudara kita ojek pangkalan kesal dengan tarif murah yang ditawarkan. Akhirnya terjadilah gesekan-gesekan seperti ini. Semua kuncinya di tangan pemerintah. Kalau pemerintah mengatakan roda dua tidak aman. Kenapa tidak dilarang,” kata Yansen.

Menurutnya persoalan mediasi yang kerap digelar terkait keributan antara kedua kelompok sopir ojek itu, namun keributan kembali terulang.

“Mediaasi sudah sering dilakukan. Saat saya terima kesepakatan oleh ojol sama opang. Ini sudah sering tapi terjadi lagi gesekan lagi. Tapi kita positif agar apa yang dihasilkan itu disepakati dan dilakukan semua pihak, tapi yang sudah biasanya akan kembali seperti itu,” kata Yansen.

Baca Juga :  Ratusan Driver Go-Jek Hadiri Kebaktian Pra-Natal di Manado

Diberitakan sebelumnya, pengemudi ojek online di Jalan Cikoneng, Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, nyaris terlibat bentrok dengan pengemudi ojek pangkalan yang dibantu warga.

Peristiwa itu berawal saat pengemudi ojek online yang tengah mengantarkan penumpang dan melewati kawasan Jalan Cikoneng. Sopir ojek online tersebut tidak meminta izin kepada sekelompok opang yang berujung pemukulan.

Saat pengemudi ojek online tersebut meminta maaf bersama korban, secara tiba-tiba salah seorang tukang ojek pangkalan di kawasan itu memukul. Akibat peristiwa itu, keributan kemudian meluas dan mengundang sejumlah kawan-kawan korban sesama tukang ojek.

(kriminologi/tow)

Loading...