Ada Usulan Tarif Minimal Buka Pintu dari Driver Taksi Online, Kemenhub Bilang Begini

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ada usulan penyesuaian tarif angkutan sewa khusus (ASK) atau taksi online dari para mitra pengemudi.

Salah satu usulannya adalah penerapan flag fall atau tarif minimal saat buka pintu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, selama beberapa tahun, tarif angkutan sewa khusus memang belum ada perubahan dan dihitung berdasarkan per kilometer serta tergantung zonasi.

“Angkutan sewa khusus ini tarifnya masih pakai tarif lama. Agak berbeda dengan ojek online yang sudah ada flag fall. Angkutan sewa khusus tarifnya itu hanya per kilometer,” ungkap Budi Setiyadi dalam telekonferensi bersama wartawan, Jumat (26/6) seperti dilansir dari investor.id.

Dia menambahkan, atas adanya usulan penyesuaian tarif taksi online, pihaknya akan melaporkannya dahulu kepada menteri perhubungan untuk mendapatkan perintah lebih lanjut.

Baca Juga :  Tolak Penumpang Tunanetra, Uber Harus Membayar Rp15,9 Miliar

“Pak enteri juga memang mengharapkan ada forum silaturahmi dengan asosasi ASK maupun ojek online untuk berdiskusi soal apa saja hambatan di lapangan,” imbuh Budi Setiyadi.

Adapun kebijakan tarif taksi online diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 3244/AJ/DJPD/2017.

Beleid itu menetapkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) angkutan sewa khusus yang juga dibagi dalam dua zona.

Zona 1, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali ditetapkan TBA Rp 6.000 per kilometer dan TBB Rp 3.500 per kilometer.

Lalu zona II, meliputi Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan TBA Rp 6.500 per kilometer serta TBB Rp 3.700 per kilometer.

Baca Juga :  OJK Jadikan Go-Jek Sebagai Contoh Disrupsi Fintech

(TOW)

Loading...