Ada Larangan Larangan Mudik dan Open House Driver Ojol ini Bersyukur

Seorang driver ojek online menunggu penumpang. (Dok. JawaPos)

Larangan mudik dan open hosue selama hari raya Idul Fitri 1442 H berdampak pada penurunan jumlah penumpang ojek online.

Hal itu diungkapkan Rahmad Eko, seorang driver ojek online yang biasa beroperasi di Surabaya Pusat. Rahmad mengaku larangan mudik dan open house sangat berdampak pada jumlah penumpang.

Jumlah penumpang turun drastis. Sehari 4 sampai 7 order dari pagi sampai jam 8 malam. Kalau hari biasa sebelum pandemi itu bisa sampai 20 kalau saat ini maksimal 7 dan itu pun ada penurunan untuk biaya,” kata Rahmad.

Awalnya Rahmad merasa new normal turut meningkatkan mobilitas penduduk. Sehingga, order meningkat. Namun, larangan mudik malah membuat warga luar Surabaya tidak ada. Penumpang menurun karena hanya warga Surabaya yang berada di kota.

Baca Juga :  Khusus Mitra Go-Jek, Telkomsel Beri Diskon Khusus Kuota 50%

Order semakin sulit persaingan juga semakin banyak. Customer juga jarang yang order,” ujar Rahmad.

Namun, Rahmad bersyukur banyak pihak yang memberi bantuan pada driver ojek online. Salah satunya, bantuan dari Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Kami diperhatikan sebagai pihak yang terdampak larangan pemerintah untuk tidak mudik,” ungkap Rahmad.

Ketua NU Care Lazis NU Jatim Afif Amrullah menjelaskan, pihaknya mendapat masukan dan keluhan dari banyak pihak soal kondisi pandemi yang berdampak pada usaha mereka. Salah satunya adalah driver ojek online.

Kami membagikan 100 paket sembako dan masker medis untuk kawan ojek online di Surabaya dan sekitarnya. Di saat-saat sulit seperti ini, kami berharap bantuan sembako ini bisa meringankan mereka,” ujar Afif.

Baca Juga :  Bagaimana Aplikasi Transportasi Online Bekerja di Balik Layar Smartphone? Antara Driver dan Pelanggan

(TOW)

Artikel ini telah tayang di jawapos.com

Loading...