700 Driver Grab Diputus Mitra Mengadu ke DPRD Kota Semarang

Asosiasi Driver Grab Bergerak datang ke kantor DPRD Kota Semarang untuk beraudiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Kamis (26/11/2020). TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN

Asosiasi Driver Grab Bergerak melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang di kantor DPRD, Kamis (26/11/2020). Mereka datang ke kantor DPRD untuk meminta difasilitasi pertemuan lantaran telah diputus mitra oleh pihak perusahaan.

Perwakilan Asosiasi Driver Grab Bergerak, Lukman mengatakan, setidaknya ada sekitar 700 driver yang diputus mitra oleh pihak perusahaan. Dari jumlah itu, beberapa driver dapat diaktifkan kembali, sedangkan sebagian besar masih diputus mitra. Menurutnya, hal ini tentu tidak adil.

Dia mengaku telah mempertanyakan hal tersebut kepada perusahaan. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa putus mitra tersebut karena sistem. Dugaan putus kontrak karena driver melakukan permainan voucher. Padahal, tidak semua driver yang diputus kontrak melakukan permainan voucher.

Baca Juga :  Driver Taksi Online Berburu Promo Pertamax Murah saat HUT ke-20 Bank Mandiri

“Yang tidak melakukan permainan voucher pun diputus juga, tapi tidak ada kejelasan dari pihak grab. Kami dianggap melakukan pelanggaran. Makanya, kami ingin meminta keadilan dengan jalan beraudiensi dengan DPRD,” paparnya, seperti dilansir dari TribunJateng.com.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aduan tersebut agar dapat diselesaikan.

“Kami akan sampaikan ke komisi D supaya bisa difasilitasi ke aplikatornya,” ucap Pilus, sapaannya.

Menurutnya, untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait DPRD tentu butuh waktu. Dia meminta para driver untuk bersabar menunggu tindaklanjut dari aduan tersebut.

(TOW)

Loading...