Wuihh, Transaksi Go-Pay di Luar Aplikasi Go-Jek Naik 25 Kali Lipat

26
Ilustrasi pembayaran melalui QR Code Go-Pay.

CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo menyatakan, pertumbuhan transaksi Go-Pay di luar layanan Go-Jek telah naik 25 kali lipat dari sejak diperkenalkan. Adapun komposisi transaksi Go-Pay kini seimbang 50:50, antara yang dilakukan di aplikasi Go-Jek dan di luar aplikasi.

Menurut Aldi, ini membuktikan bahwa meski dimulai dari Go-Jek, kini pembayaran melalui Go-Pay telah berkembang ke luar aplikasi. Saat ini, dia menyebut Go-Pay  telah bermitra dengan 28 institusi keuangan, serta telah diterima di lebih ratusan ribu rekan usaha di 370 kota di Indonesia.

“Saya melihat ke depannya, fintech juga akan merambah ke orang-orang yang tidak punya akses keuangan secara formal. Di Go-Pay sendiri kami sudah memulainya dan fokus menggarap potensi mikro,” ujar dia seperti dimuat Bisnis.com pada Senin, 15 April 2019.

Aldi mengungkapkan, saat ini sekitar 80 persen penjual mitra Go-Food merupakan UMKM. Pihaknya pun berupaya membantu meningkatkan penjualan UMKM dengan menjadi bagian dari ekosistem Go-Pay. Dengan demikian, mitra UMKM berhak mendapatkan promosi gratis dari Gojek.

Aldi mengungkapkan bahwa kemitraan Go-Pay dengan UMKM dan pemanfaatan dompet digital tersebut untuk mengelola dana bersama oleh peserta Arisan Mapan membuat daya jangkaunya kini telah melampaui aplikasi Gojek yang baru beroperasi di sekitar 204 kota.

“Kami juga mengadakan Go-Food festival, dimana kita menyewakan tempat dan penjual datang dengan sistem bagi hasil. Pembayaran menggunakan Go-Pay, sehingga ada jaminan uangnya hilang. Jadi mereka yang ahli masak biar fokus masak. Kami membantu dari sisi infrastuktur keuangannya,” ujar Aldi.

(tempo/tow)