Wali Kota Batam Ingin Selesaikan Polemik Taksi Online dengan Percepat Uji KIR

11

Wali Kota Batam, Rudi meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Batam segera menyelesaikan tahapan perizinan operasional untuk taksi online di Batam.

Untuk diketahui, setelah 13 badan usaha angkutan sewa khusus (ASK) atau lebih dikenal dengan taksi online mendapat perpanjangan izin prinsip dari Dishub Kepri, mereka harus melalui beberapa proses tahapan lagi.

Hingga akhirnya dikeluarkan izin operasional. Setelah izin operasional didapat, barulah mereka resmi beroperasi dan mendapat legalitas.

Sedangkan satu diantara proses itu, yakni mengurus uji KIR dan SPJK (surat penentuan jenis kendaraan) di Dishub Batam.

“Kalau bisa dipermudah, dipercepat, selesaikan saja,” kata Rudi, saat pertemuan antara 13 badan usaha ASK dan aplikator di Gedung Wali Kota Batam, Kamis (8/8).

Dalam pertemuan itu, Rudi memang langsung “to the point” ke inti masalah.
Ia ingin tahu perkembangan taksi online di Batam, pasca rapat di Gedung Wali Kota Batam beberapa waktu lalu.

Saat itu, sudah diputus kuota taksi online yang diberikan sebanyak 300 unit. Artinya, jika dibagi rata dengan 13 badan usaha ASK, masing-masingnya mendapat kuota 23 unit kendaraan.

Pada kesempatan itu, Rudi juga menanyakan keluhan yang masih dihadapi para badan usaha saat ini, untuk mendapatkan izin operasional.

Semula, ada kesepakatan antara 13 badan usaha ASK dan Dishub untuk mengurus uji KIR di Dishub Batam. Ini berkaitan lagi dengan keselamatan penumpang yang akan dibawa nantinya.

Dan untuk waktu pemeriksaan uji KIR ini, dari Dishub Batam menyatakan kesiapannya pada Sabtu.

Dalam pertemuan itu, Rudi meminta waktu pemeriksaan dipercepat. Sehingga persoalan taksi online di Batam bisa segera selesai.

Tak ada ribut-ribut di lapangan, yang bisa menganggu situasi dan kondisi Batam. Pada akhirnya, diharapkan ada peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Batam.

“Selesaikan cepat. Jumat saya minta sudah clear untuk badan usaha yang sudah siap,” perintahnya.

Lewat percepatan proses itu, Rudi juga tak ingin ada komentar di belakang, seolah-olah ia ingin menghambat keberadaan taksi online di Batam. Iapun mempertegas lagi, jika dia tidak punya usaha terkait taksi di Batam.

Sementara itu, setelah uji KIR dan SPJK ini dilakukan, Dishub Batam nantinya akan mengeluarkan rekomendasi ASK ke Dishub Kepri. Pada akhirnya, setelah izin operasional didapat, para badan usaha taksi online ini akan diberikan stiker khusus dari nomor 1-23, sebagai penanda kendaraan itu taksi online.

“Ini untuk memudahkan pengontrolan bagi kami maupun kepolisian,” kata Kabid Angkutan Jalan Dishub Batam, Syafrul Bahri, memberi penjelasan.

(tribunnews/tow)

Loading...