Uber Porak-poranda Berawal dari Pelecehan Manager ke Perempuan Ini

97

Tahun 2017 mungkin bukan tahun yang baik bagi Uber. Mereka harus mengalami pergantian CEO sampai menghadapi gugatan hukum terkait teknologi mobil otonom. Dan wanita yang satu ini sangat berperan dalam perubahan manajemen besar-besaran di Uber.

Dia adalah Susan Fowler, mantan karyawan Uber. Ia menuliskan pengalamannya dilecehkan saat bekerja di layanan ride sharing terbesar itu, dalam sebuah blog. Pada hari pertama pelatihan di Uber, dia langsung digoda oleh managernya yang mengajak Susan berbuat tidak senonoh.

Susan lantas menyimpan screenshot pesan tersebut dan melaporkannya ke departemen SDM Uber. Tapi menurut Susan tidak ada tanggapan yang serius.

“Jelas bahwa dia mencoba untuk berhubungan denganku dan itu sudah keluar batas sehingga aku menyimpan percakapan itu dan melaporkan dia ke HRD,” kisah Susan.

Kisah tersebut kemudian dibahas habis-habisan di media dan berbuntut panjang. Bahkan CEO dan pendiri Uber Travis Kalanick serta wakilnya Emil Michael mengundurkan diri. Tak hanya itu, sekitar 20 karayawan Uber diberhentikan terkait kasus pelecehan dan isu lainnya.

Baca: Terbongkar! Peretas Data Uber adalah Pria Berusia 20 Tahun

Susan pun lega kasusnya diselesaikan dengan cukup baik oleh Uber. “Ini adalah hal yang lebih besar dariku dan juga lebih besar dari Uber,” kata Susan yang dikutip detikINET dari CNBC.

“Untuk pertama kalinya, perempuan bisa maju ke depan dengan cerita mereka dan mereka didengar dan mereka dipercaya. Yang lebih penting, ada konsekuensi nyata bagi para pelaku,” tandasnya.

Susan sendiri menjadi terkenal semenjak itu, di mana bukunya yang menceritakan saat masih bekerja di Uber diterbitkan. Dan juga akan dibuat film. Susan pun berharap kisahnya membuat tempat kerja di Amerika Serikat semakin baik.

“Kita memerlukan kantor yang lebih terlindungi bagi semua karyawan, kebijakan lebih baik bagi para orang tua dan masih banyak lagi,” pungkasnya.

(detik/tow)