Tuntutan Driver Grab kepada Gubernur Sumut Soal PT TPI

15

Ratusan pengemudi taksi online Grab Car, melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Mereka mendesak pihak Pemprovsu untuk menutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) yang dianggap telah menzolimi mereka. Para driver taksi online ini juga memadati dan memblokir jalan, di depan kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (11/2/2019).

Blokade jalan itu dilakukan oleh para pengemudi online, lantaran kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak TPI yang diduga salah satu mitra perusahaan, merugikan pihak pengemudi online.

Menurut koordinator aksi, Musa Tarigan, bahwa TPI ini seperti leasing salah satu perusahaan jasa ojol, dengan menggunakan sistem pembayaran memotong penghasilan para pengemudi yang ikut di dalam TPI.

“TPI di Medan sudah berjalan sekitar dua tahun terakhir. TPI ini terlampau diprioritaskan, makanya kita meminta agar TPI ditutup atas perbuatan dzolimnya,”pungkasnya.

Dalam klausul perjanjian, para pengemudi yang ingin bergabung di salah satu perusahaan jasa pengangkutan online itu, diharuskan membayar jaminan mulai dari Rp 1,5-5 juta rupiah.

“TPI ini awalnya diprioritaskan. Dia perusahaan yang numpang di Grab. Order pengemudi TPI sehari bisa dapat 17 order. Tapi setelah setahun disuspend, padahal selama ini saya bermain jujur,” ucap salah seorang driver yang berorasi dari mobil komando aksi.

Ratusan pengemudi Grab Car ini meminta Gubsu, Edy Rahmayadi menutup PT TPI yang selama ini memberatkan para Garb Car tersebut.

“Kami minta kepada Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut untuk segera menutup PT TPI,”katanya.

Orator dari mobil komando, mengatakan, bahwa selama ini PT Grab telah melakukan kerjasama antar PT TPI, prihal ini sangat merugikan para driver tersebut. Lantaran, kerjasama tersebut dilakukan secara tidak transparan, hanya menguntungkan pihak PT Grab, tetapi membebankan pada driver.

“Alasanya PT Grab telah melanggar UU nomor 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat ” Setelah beberapa saat para driver taksi online berorasi dan berunjuk rasa di depan gerbang utama kantor Gubernur, Edy Rahmayadi mengajak beberapa perwakilan pengemudi untuk berdialog dan berdiskusi, di ruang pressroom lantai I Kantor Gubsu.

Edy menyayangkan tindakan pengemudi Grab Car yang datang melakukan unjuk rasa beramairamai, dan mengganggu aktivitas, baik lalu lintas dan akses masuk kantor Gubsu.

“Kenapa lah kalian harus demo. Datang lah baik-baik kalau mau ngobrol, bicarakan dengan saya baik-baik. Kantor saya ini selalu terbuka untuk masyarakat Sumut. Selama kalian datang dengan sopan dan maksud baik, saya bantu kalian. Kecuali kalau saya memang tidak pernah mau bertemu, baru kalian demo saya,”ucap Edy.

Tindakan unjuk rasa seperti ini, kata Edy, memberi dampak buruk untuk Sumut sendiri. Investor tentu mempertimbangakan kondusifitas sebuah daerah saat hendak melakukan investasi dan kerja sama.

“Kalau kalian demo terus, investor takut datang. Sumut pun susah berkembang kalau begini, kalian tidak cinta dengan sumut ini?,”pungkasnya. Daniel, salah satu pengemudi Grabcar, menyampaikan, bahwa mereka tidak berniat melakukan aksi yang mengganggu kondusifitas.

“Tapi karena kami sudah tidak tahan dan merasa terlalu dizolimi pak, kami merasa hanya kepada bapak kami bisa mengadu untuk menyelesaikan permasalahan ini,”jelas Daniel. Daniel beserta kordinator aksi Musa Tarigan, mengungkapkan, bahwa mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak TPI dan PT Grab Indonesia.

Sehingga para pengemudi online di luar PT TPI kesulitan mendapatkan order dari konsumen. Hal ini tentunya membuat mereka tidak memperoleh penghasilan yang layak.

Menjawab persoalan ini, Gubsu mengintruksikan untuk segera diadakan dan difasilitasi pertemuan antara pengemudi Grab Car, Grab, PT TPI, kepolisian, serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Secepatnya, adakan hari Rabu ini di sini. Hadir kalian semua. Nanti laporkan pada saya hasilnya,” kata Gubsu Edy mengakhiri pertemuan. Perwakilan driver taksi online yang berdialog dengan Gubsu, merasa sedikit lega dan mengungkapkan rasa trimakasih karena kedatangan mereka diterima dan diberi solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Terima kasih Pak, ini yang kami harapkan. Biar ayah (Edy) tahu, sebelum ayah jadi Gubernur, kami pengemudi online ini sudah duluan pajang foto ayah di kendaraan kami,”ujar salah seorang pengemudi.

(hetanews/tow)