Transportasi Online Mulai Beroperasi di Kota Salak, Dishub Siap Antisipasi Konflik

35

Jasa transportasi online sudah ada yang beroperasi di Kota Salak. Seperti halnya taksi dan ojek online. Namun, belum ada laporan pasti dari penyedia jasa transportasi tersebut ke Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

Hal itu disampaikan Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili Senin (12/3). Menurut dia, penyedia layanan transportasi online sudah masuk dan beroperasi. ”Ternyata sudah ada di Bangkalan. Yang kami antisipasi itu kemungkinan terjadinya konflik horizontal,” katanya kemarin.

Pihaknya akan segera mengumpulkan paguyuban penyedia layanan transportasi umum konvensional di Bangkalan. ”Rencananya April nanti kami kumpulkan. Kami juga ada agenda rapat di Jakarta. Sekaligus ingin memperjelas mengenai keberadaan transportasi online ini,” ucapnya.

Ram Halili mengaku khawatir jika jasa transportasi online nantinya masuk ke Bangkalan akan terjadi konflik dengan ojek pengkolan dan mobil penumpang umum (MPU). ”Kami akan musyawarahkan dengan para penyedia transportasi konvensional,” janjinya.

Baca:

Di tempat terpisah, Ketua Paguyuban MPU Jokotole pelat kuning Bangkalan Fathurrahman Said mengatakan, kehadiran transportasi online jelas akan mengurangi pelanggan dari angkutan konvensional. Untuk itu, pihaknya mengaku akan menolak kehadiran transportasi online.

”Trayek angkutan di Bangkalan saja masih amburadul, sudah mau ada transportasi online. Bagaimana nasib para sopir angkutan konvensional,” tegas pria yang akrab disapa Jimhur Saros itu.

Jimhur meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menerima adanya jasa transportasi online di Bangkalan. Jika tetap ada, tegas dia, kemungkinan konflik tidak bisa dihindari. ”Sejauh ini angkutan konvensional masih kesulitan untuk mencari penumpang,” pungkasnya.

(jawapos.com/tow)