Taksi Online Maxim di Batam Ditolak Taksi Konvensional

49

Sopir taksi konvensional dan sopir taksi online kompak menolak taksi online Maxim yang beroperasi di Batam, dan mulai merekrut driver. Pasalnya, taksi online Maxim belum mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan (Dishub), tapi sudah beroperasi mengambil dan mengantar penumpang.

Sekretatis Umum Taksi Konvensional, Afdial mengatakan, Pemko Batam harus mengambil sikap tegas terhadap pengoperasian transportasi online, yakni terhadap taksi online Maxim.

“Permasalahan taksi konvensional dengan Grab maupun Gocar sampai saat ini belum selesai, sekarang datang pula Maxim yang belum jelas izin serta badan hukumnya,” ujarnya, Minggu (14/4).

Ia menjelaskan, menurut informasi yang beradar, Maxim sudah merekrut driver di Kota Batam. Hal ini nantinya akan menjadi permasalahan, dan keributan jika tidak diselesaikan.

“Kami menolak aplikasi taksi Maxim karena ini akan memicu gejolak di lapangan jika dibiarkan,” katanya.

Terlebih saat ini Maxim merekrut driver, ia meminta kepada Wali Kota Batam untuk menindak tegas aplikator baru ini, karena ke depannya akan memperkeruh suasana di Kota Batam.

Menurut dia, draiver taksi konvensional dan taksi online resmi ingin menjadikan Kota Batam kota yang aman untuk wisatawan, baik itu mancanegara maupun lokal.

Salah seorang driver Grab, Yudi mengatakan, taksi Maxim tidak mensejahterakan driver, karena tidak ada pemberian intensif di setiap penarikan di aplikasi Maxim tersebut.

“Bagi sopir taksi online, intensif itu penyemangat kami untuk mencari pelanggan,” kata Yudi.

Ia menambahkan, keberadaan taksi online Maxim yang belum berizin tersebut nantinya akan memancing keributan dan gesekan dengan driver taksi resmi.
“Kami menolak taksi Maxim beroperasi di Batam,” ujarnya.

Senada dikatakan driver taksi Gocar, Beny. Ia mengatakan, taksi online Maxim belum ada izin yang resmi dari pemerintah provinsi maupun kota, dan itu nantinya akan menjadi permasalahan yang panjang.

“Kami driver online resmi menolak taksi Maxim, terus driver mana lagi yang akan mereka rekrut. Pasti driver ilegal,” kata Beny.

Beny berharap kepada pemerintah agar tegas kepada pengusaha aplikasi online, sehingga keamanan, ketertiban dalam bidang usaha berjalan seimbang.

“Pemerintah harus melihat kondisi di saat perekonomian rakyat menurun, apalagi mematikan perekomomian masyarakat,” ujarnya. romi kurniawan.

(sindonews/tow)