Strategi Nyaleg Driver Taksi Online, Kampanye Malah Dibayar Penumpang

9

Masing-masing caleg punya strategi untuk berkampanye mengenalkan dirinya ke masyarakat.

Cara unik juga dilakukan caleg bernama Syauqy Taufiqurrahman ini. Ia berkampanye secara gratis bahkan dibayar. Kok bisa?

“Saya kan driver taksi online, selama ini saya kampanye ya sambil narik. Gak usah keluar uang malah dibayar kan,” kata kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lalu tertawa, Jumat (15/3/2019).

Pria kelahiran 12 November 1986 itu bercerita pada awalnya tidak berpikir untuk nyaleg.

Namun, atas dorongan teman-teman driver online lainnya, ia diminta maju mewakili komunitasnya.

“Saya sudah bilang tidak punya uang. Tapi teman-teman bilang support saya,” kata pria yang juga pengurus panti asuhan di Gunungpati tersebut.

Ayah dua anak itu pun memberanikan diri maju jadi caleg DPRD Jawa Tengah untuk wilayah Kota Semarang.

Di sisi lain, Syauqy juga menuturkan merasa gerah dengan pola legislatif semakin hari sepertinya malah semakin mundur.

Ia mencoba menunjukkan ke masyarakat bahwa pesta demokrasi hak semua warga negara dan tidak berbatas kalangan tertentu.

“Masyarakat tidak perlu takut modal untuk nyaleg. Berpolitik tanpa money politik itu bisa,” katanya.

Baginya, kemunduran legislator berbanding lurus dengan cost politic yang makin mahal.

Ia juga ingin jadi jembatan tentang masalah transportasi online.

Syauqy ingin bisa membuat pemerintah, mitra online dan aplikator punya solusi  terkait transportasi online.

“Sekarang ini berbagai peraturan yang dikeluarkan pemerintah belum bisa memuaskan ketiga pihak,” tambahnya.

Pihaknya juga ingin berkonsentrasi meningkatkan layanan infrastruktur maupun suprastruktur faskitas transportasi jateng.

“Contohnya Bus trans cukup jadi solusi. Kekurangannya tidak tertampungnya kaum difabel,” ujarnya.

(rmoljateng/tow)