Soal Anaknya Jadi Driver Go-Jek, Tio Pakusadewo: Kenapa Mesti Malu? Saya Bangga

13

Hampir semua orang tentu mengenal musisi Deddy Dores yang telah mengorbitkan dan membesarkan nama penyanyi pop Nike Ardilla (almarhumah), namun siapa yang mengenal sosok Calvin Dorres?

Ya, Nagra Kautsar putra dari aktor Tio Pakusadewo dan Calvin Dores, anak dari penyanyi kondang Deddy Dores.

Namun tampaknya mereka tak ingin bersembunyi di balik nama besar sang ayah.
Mereka ingin menjadi diri sendiri.

Baik Nagra Kautsar maupun Calvin Dores harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai pengemudi atau driver ojek online.

Mereka memang hidup di zaman berbeda dari ayah-ayah mereka.

Dikutip TribunStyle.com dari Tribunnews.com, Senin (10/6/2019), Nagra Kautsar mengaku bekerja sebagai driver ojek online untuk membiayai kuliahnya di fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta.

Rupanya sang ayah, Tio Pakusadewo, bukannya tidak tahu apa yang dilakukan anaknya untuk mencari uang halal di luar rumah.
Tio Pakusadewo menanggapi pekerjaan sang buah hati.

Kata Tio Pakusadewo, ia justru mengungkapkan kebanggaannya.
Dia mengaku tidak malu atas pekerjaan yang dilakoni sang anak sekali pun dirinya adalah seorang aktor terkenal Tanah Air.

Karena dia pun ingin mengajari anaknya hidup mandiri tanpa manja pada orangtuanya.

“Wajarlah sudah besar, dia harus bayar uang kuliahnya sendiri karena saya nggak ngasih uang lagi.
Dia sudah semester akhir di IKJ, saya bangga.

Kenapa musti malu? Saya bangga karena dia nggak malu menjalankan pekerjaan halal itu,” terang Tio.

Tidak hanya Nagra Kautsar yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Calvis Dores yang tak lain adalah anak dari pencipta lagu terbaik Indonesia, pada dekade tahun 1980-an itu, Deddy Dores, menjalani profesi sama.

Semenjak sang ayah meninggal pada pertengahan Mei 2016 silam, kehidupan Calvin berubah drastis.
Ia kini bekerja sebagai salah satu driver ojek online.

Ia tidak mengikuti jejak ayahnya yang besar di dunia musik. Namun memilih jalan sendiri, asal halal dan tak merugikan orang lain.

Dia juga pernah menjadi pegawai cuci motor.

Baginya, kehidupan sebelum dan sesudah ayahnya meninggal tidak memiliki perbedaan signifikan.
Karena dia memang sudah terbiasa hidup mandiri.

Semua dia jalani tanpa melihat nama besar sang ayah.

Bahkan dia tak merasa risih bila orang lain menyadari dirinya adalah anak dari seorang seniman besar sepanjang apa yang dia lakukan tidak membuat orang lain susah.

“Saya mah bisanya target dulu 6 trip sekarang 18 trip.

Kalau ojek online kan sekarang sepi jadi bisa Rp 120 ribu bersih atau Rp 80 ribu per hari.

Kalau dulu sempat sampai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per hari,” ujar Calvin Dorres, penuh rasa syukur atas rezeki yang dia dapatkan.

“Karena ada papa dan enggak ada papa enggak ada perbedaan. Bedanya di pekerjaan saja. Dari dulu saya mandiri dan sekarang lebih ditekan lagi,” pungkasnya.

(tribunnews/tow)