Sejumlah Driver Grab Kritik GrabID Tak Cairkan Bonus Promonya

20627

Keluhan-keluhan para driver grab berserakan di media sosial Facebook. Mereka kecewa dengan kebijakan GrabID yang merugikannya. Tarif promo yang awalnya dijanjikan perusahaan menguntungkan driver dan penumpang, sama sekali tidak memberikan mereka keuntungan.

Akun facebook Al Salahuddin Ayubi misalnya, ia mengeluhkan Grab yang dianggapnya hanya memberikan janji-janji manis saja, tapi tidak ada buktinya. Lebih parahnya lagi, menurut Solahuddin, Grab menjadikan dirinya layaknya para budak bukan sebagai mitra kerjanya. Tak mau berlarut-larut dalam penderitaan itu, Solahuddin berhenti menjadi driver grab, ia memilih pindah menjadi driver ojek online yang lain.

“Grab cuma janji2 ga jelas. Sepertinya driver dianggap budak, bukan mitra kalau begini mah. Makanya, wajar banyak driver yang kabur ke sebelah. Saya pilih stop bid, daripada ngebid dapet cape doang. Resiko di jalan ama apa yang didapat ga sebanding,” komen Al Salahuddin Ayubi dalam akun Facebook-nya.

Baca Juga: Pelanggan Grab: Percuma ada Promo, Kalau Driver-nya Malas-Malasan

Selain Salahuddin, aku lain yang melontarkan kritik terhadap grab adalah Nur Vicky. Ia menggambarkan betapa beratnya kerja menjadi driver grab. Kerja dari pagi sampai malam, tetapi insentif yang didapat tidak sesuai.

”Ane Brangkat jam 6 pagi, pas sampe jam 11 malem baru sampe rumah giliran sekarang liat insentif nya ga sesuai sama kerja kita bang. Masa jam super sibuk macet2an cuma 5k, 2k gila aja. Belum kalo make Pay tuh penumpang,” Tulis Nur Vicky.

Driver bernama Heri menambah jumlah keluhan driver grab. Katanya, bonus yang seharusnya ia terima, tetapi tidak masuk-masuk ke rekening miliknya.

“Gue udah dua minggu kaga dapat transferan sama sekali Cang,” komen Heri.

Akun Heri pun ditanggapi Readyca Anabery, ia mengajak Heri datang ke kantor grab untuk meminta kejelasan soal bonus yang seharusnya didapat.

“Ayo ke kantor-nya bang, bareng, kapan?,” saut Readyca Anabery.

Membaca ajakan temannya, Heri tidak mau ambil pusing. Menurutnya, tidak akan ada hasilnya, sekalipun ia menuntut ke grab. Karena pihak grab hanya akan melihatnya sebagai sampah. Untuk itu ia lebih memilih membuat status dan tidak melaporkannya lagi ke grab.

“Ah saya mah diem bae bang, bulan puasa itung amal ngurang2in dose, hehe.. Percuma Cang ke kantor juga ga ada tanggapan dianggap sampah disana,” balas Heri lagi.

Dalam kolom yang lain, Heri terlihat menuliskan komentarnya bahwa ia memaklumi jika para driver grab sekarang banyak yang pindah ke ojek online yang lain. Karena uang yang diperolehnya tidak memiliki kejelasan.

“Ya wajar lh pada pindah ke tetangga, wong lebih jelas transferannya,” komen Heri.

Nur Vicky menambahkan, memang menjadi driver ojek online yang lain, bayarannya lebih jelas.

“Iya ane ngobrol2 sama driver sebelah kalo pembayaran dia lebih jelas, emang ga pernah ngeluh. Semoga cepet bener dah nih grab, ga nilep keringet orang,” komen Nur Vicky.

Driver lain yang memberikan tanggapan, yaitu Okta Mmouse. Sama seperti yang lain, ia kecewa karena bonus yang dijanjikan grab tidak pernah turun.

“Pembayaran grab ga transparan, bonus ane 3 minggu juga hangus, kerja dari pagi sampai malem, bonus hasil keringet ane diambil semua,” Balas Okta Mmouse.

(tow)