Polres Tegal Berhasil Ringkus Pelaku Pembegalan Disertai Pembunuhan Driver Grab

14

Pelaku pembegalan dan pembunuhan pengemudi ojek online, akhirnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal. Pelaku bernama Maskah alias Pa’ah (38 tahun), warga asal Jalan Blimbing, Kelurahan Pekauman, Tegal Barat, Kota Tegal.

Polisi juga mengamankan barang bukti 1 unit motor Honda Beat bernopol G-4832-BN dan 1 ponsel milik korban. Selain itu, polisi menyita sebilah pisau yang sudah patah, 1 buah helm ojek online, dan 1 buah helm warna putih milik korban bernama Eko Prasetyo.

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo, mengatakan kronologi kejadian pelaku bertemu korban di halte bus dekat Pacific Mall, Kota Tegal, pada Rabu malam (6/3). Kepada korban, pelaku meminta untuk diantarkan ke tempat kerjanya.

“Tersangka bilang kepada korban kalau tidak punya aplikasi ojek online. Namun butuh diantar ke gudang tempat kerjanya,” katanya dalam rilis kasus, Selasa (12/3).

Di tengah perjalanan, muncul niat jahat pelaku. Diperkirakan niat tersebut muncul lantaran situasi yang sudah malam. “Setelah timbul niatan tersebut di gudang tempat bekerjanya, pelaku lantas mengambil sebilah pisau,” ujar dia.

Setelah membawa pisau, pelaku mencari tempat aman untuk melakukan aksi kejinya. Ia pun meminta diantar ke areal persawahan di Desa Sigentong, Kabupaten Tegal.

“Di lokasi, tersangka meminta untuk berhenti. Tersangka pura-pura mengetuk pintu rumah kosong sekitar tempat kejadian,” bebernya.

Melihat gelagat yang aneh, korban pun mulai menaruh curiga. Antara pelaku dan korban pun sempat terjadi cekcok mulut.
Tiba-tiba pisau yang dibawa pelaku, terjatuh. Lantaran takut terbongkar, pelaku langsung mengayunkan pisau ke arah muka, tangan, dan badan korban. Korban pun sempat melakukan pembelaan diri. Akibatnya pisau pun patah.

“Patahan pisau lalu digunakan korban untuk melawan. Dan sempat menggores kepala tersangka bagian belakang,” jelas Bambang.

Sayangnya, luka yang diderita di muka korban membuat pelaku mampu mengalahkan korban dalam duel tersebut. Pelaku pun membenamkan kepala korban ke dalam lumpur persawahan. Korban akhirnya tewas lantaran kehabisan napas.

Atas perbuatan yang keji itu, pelaku diancam dalam pasal 339 KUHP tindak pidana pembunuhan maksimal 20 tahun penjara. Pelaku juga akan diancam dengan pasal 365 ayat 3 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

(kumparan/tow)