Polemik Transportasi Online, Ganjar Pranowo: Taksi Online Dan Taksi Konvensional Bersaing Secara Sehat

104

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperhatikan adanya persaingan eksistensi taksi konvensional dan taksi online dalam sistem transportasi Jateng. Ia pun meminta para pengemudi taksi dengan basis operasional aplikasi smartphone atau lazim disebut taksi online maupun taksi konvensional bersaing secara sehat.

Persaingam sehat taksi konvensional dan taksi online, menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bisa dilakukan awak kedua jenis transportasi umum Jateng itu dengan berlomba-lomba merebut kepercayaan dan simpati konsumen dengan cara memberikan pelayanan sebaik-sabaiknya di tengah perkembangan teknologi.

Baca:

Online [daring] lebih simpel, tidak ribet, tidak perlu tawar menawar karena tarif pasti pas. Ini tantangan taksi online dan konvensional untuk bersaing memberikan pelayanan prima,” kata Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jateng, Rabu (11/10/2017).

Menurut Ganjar, kemajuan teknologi seperti sekarang menjadi tantangan bagi transportasi konvensional dan online untuk memberikan pelayanan prima kepada penumpang, termasuk beragam kemudahan layanan yang diberikan taksi online menantang pelaku usaha kendaraan umum konvensional supaya lebih meningkatkan pelayanan.

Akibat maraknya transportasi umum online di berbagai daerah, kata Gibernur Jateng, tidak sedikit masyarakat yang lebih tertarik menggunakan jasa layanan transportasi online dengan armada sepeda motor dan mobil pribadi [berpelat nomor warna hitam] dibandingkan transportasi umum konvensional berpelat nomor warna kuning. “Kondisi itu memunculkan polemik antara taksi online dan konvensional yang jauh lebih dulu ada,” ujarnya.

Menurut Ganjar, kemunculan taksi online atau dalam jaringan (daring) di berbagai daerah tidak bisa dihindari, sebab perubahan peradaban zaman dan teknologi menyediakan kemudahan masyarakat menggunakan transportasi umum jenis itu di Jateng. Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, semua kendaraan pengangkut manusia dan melintas di wilayah umum harus diatur, termasuk taksi online.

Online itu peradaban dan eranya tidak mungkin dimungkiri pemesanan kendaraan secara online. Online itu memberikan pelayanan lebih baik, tinggal kita atur dan sepakati,” katanya.

Baca: Jokowi Sebut Tarif Murah Transportasi Online Mudahkan Masyarakat

Mantan anggota DPR itu menambahkan, selain akses mudah dan tarif lebih murah, banyak yang tertarik ke bisnis transportasi daring karena tidak perlu mengelola karyawan, tidak harus ada pool kendaraan, pengelolaan pajak juga tidak jelas, kendaraan operasional tidak perlu KIR.

Kesetaraan peraturan itu yang dipertanyakan oleh para pelaku transportasi umum konvensioal. “Mereka tidak menolak online, yang dipersoalkan adalah kesetaraan peraturan antara taksi online dan konvensional,” ujar kepala daerah yang belakangan hari ini kerap intensif mendorong pemanfaatan kemajuan teknologi informasi oleh warganya.

(solopos/tow)