Perubahan Tren Perilaku Konsumen, Pesanan Go-Food Meningkat Tajam Hingga 450% saat Sahur

77

Pembelian makanan untuk sahur melalui aplikasi pesan antar online tercatat melonjak secara signifikan pada Ramadhan tahun ini. Vice President Corporate Affairs GoJek, Michael Reza Say, mengatakan pihaknya melihat adanya perubahan tren perilaku konsumen.

“Pesanan Go-Food meningkat tajam hingga 450% pada saat sahur. Ini datanya perbandingan dengan tahun lalu,” ungkap Reza kepada kumparan, Minggu (17/6).

Menurutnya, kenaikan pesanan Go-Food tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar namun juga merata di seluruh kota yang dilayani oleh Gojek.

Asisten Deputi Moneter Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi juga mengakui bahwa pihaknya melihat adanya perubahan perilaku konsumsi di masyarakat.

“Dulu orang masih keluar, keliaran kemana-mana, sekarang orang tinggal call bisa (pesan makan sahur). Dan itu naiknya sangat tinggi. Kami memantau pembelian makanan lewat hantaran elektronik itu naiknya bisa sampai 450%,” ujar Edi.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan, menilai pergeseran pola konsumsi masyarakat tersebut sebagai hal yang positif. Sebab itu bisa mendorong permintaan terutama pada bisnis makanan minuman, retail, dan sektor transportasi.

“Efek lainnya juga mendorong peningkatan serapan tenaga kerja. Jika tren ini berlanjut tahun depan bisa lebih dari 1,8 juta driver online di seluruh Indonesia. Perputaran uang juga berpotensi meningkat dengan perubahan perilaku ini,” ujar Bhima.

Dulu masyarakat perkotaan terutama generasi milenial masih memilih untuk memasak menu sahur di rumah. Namun saat ini budaya tersebut telah bergeser.

“Sekarang mulai shifting ke order makanan online. Artinya ada konsumsi yang meningkat,” tutupnya.

[kumparan/tow]