Penghasilan Driver Ojek Online Ternyata Melebihi Rata-rata UMK

31

Saat ini para mitra ojek online atau ojol merasa tarif yang dibebankan aplikator dirasa memberatkan. Saat ini para mitra Ojol menginginkan tarif bawah berada di angka Rp2.400 per kilometer. Pasalnya di bawah angka tersebut para mitra menilai tak layak, karena tidak akan mensejahterakan mitra.

Namun menurut riset Lembaga Demografi FEB UI bahwa penghasilan ojol dari Gojek tercatat telah melebihi UMK (upah minimum kota/kabupaten) di Jabodetabek maupun di luar Jabodetabek.

“Setelah menjadi mitra ojol, mereka mengalami peningkatan penghasilan sampai di atas 10% dari UMK” ungkap Wakil Kepala Lembaga Demografi FEB UI Paksi C.K Walandouw, di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Riset itu mengungkapkan bahwa rata-rata penghasilan GO-RIDE adalah Rp4,9 juta di Jabodetabek, sementara rata-rata UMK di wilayah tersebut adalah Rp3,9 juta.

Sedangkan di luar Jabodetabek GO-RIDE bisa mendapatkan rata-rata Rp3,8 Juta lebih tinggi dari UMK rata-rata sebesar Rp2,8 juta.

Untuk penghasilan GO-CAR rata-rata driver bisa mendapatkan Rp6 juta lebih tinggi dari UMK rata-rata di Indonesia.

Selain itu Paksi juga mengatakan para driver memiliki kecenderungan positif dalam melihat prospek berkeja pada sektor informal seperi Go-jek.

“Mitra merasa optimis dengan kemitraan bersama ojek online seperti GOJEK,” ungkapnya

Menurut survei mitra go-jek rata-rata 80% keatas optimis dapat menghidupi keluarga mereka dengan layak untuk kedepannya. Dan mereka juga optimis bisa menyekolahkan anaknya.

Selain itu Paksi menyebut manfaat lainnya adalah para mitra Gojek dapat bisa mengatur waktu kerja, punya waktu lebih bersama keluarga, bisa membiayai keluarga, dan bisa menabung.

(akurat.co/tow)