Organda Depok Desak Pemerintah Sediakan Solusi Atas Berkurangnya Penumpang Akibat Maraknya Transportasi Online

19

Organda Depok meminta pemerintah menyediakan solusi atas berkurangnya penumpang angkot akibat maraknya transportasi online. “Ya harusnya ada peremajaan ya dari pemerintah untuk angkot sehingga bisa digemari lagi, katanya mau buat AC di angkot, wah itu bagus kita dukung rencana pemerintah,” ujar Satgas Organda Kota Depok, Syafrial Koto, saat ditemui di Terminal Depok, Kamis (21/3/2019).

Menurut dia, penumpang angkot semakin hari semakin sedikit setelah transportasi online muncul. Sepinya penumpang ini semakin terasa sejak 2017.

Syafrial mengatakan, penumpang angkot berkurang hingga setengahnya. Jumlah angkot di Kota Depok yang semula 2.784 pun berkurang hingga setengahnya. “Jadi yang biasanya bawa 12 orang sekarang bawa 6 orang di angkot,” ucap dia.

“Bagaimana tidak berkurang, Grab Car itu dapat mengangkut sekaligus empat orang yang harusnya bisa jadi penumpang kita (angkot),” ujar Syafrial. Menurut dia, angkot ditinggalkan pegawai kantoran dan anak sekolah. Mereka cenderung menggunakan transportasi online yang bisa menjemput ke lokasi penumpang.

Bahkan, kata Syafrial, ada sopir angkot yang beralih pekerjaan menjadi sopir transportasi online. Syafrial menyebut, integrasi Terminal Depok dengan stasiun commuter line tidak membawa perubahan berarti dalam peningkatan jumlah penumpang angkot. Sementara itu, sopir angkot di Terminal Depok, Jeje Suhendang, mengaku kalah saing dengan transportasi online.

“Wah kalau dibilang berkurang ya berkurang banget ya yang biasanya saya ngangkut 16 sekarang satu kali perjalanan jadi enam orang,” ujar Jeje.

Akibatnya, penghasilan Jeje yang sehari-hari membawa angkot D110 rute Terminal Depok-Cinere itu berkurang. Biasanya, ia mendapat Rp 150.000 sehari beroperasi. Namun kini, kata dia, ia hanya mendapatkan Rp 50.000 per hari. “Nih kita dapet Rp 270.000, buat setoran angkot Rp 120.000, buat uang bensin lagi Rp 100.000, nah ya sudah sisanya baru buat saya, palingan dapat Rp 50.000,” ucap dia.

(kompas/tow)