Nah Loh! Nyolong Tarif 2 Peso Per Menit dari Penumpang, Grab Filipina Didenda 10 Juta Peso

15

Kementerian Perhubungan Filipina melalui Dewan Peraturan dan Waralaba Transportasi Darat (The Land Transportation Franchising and Regulatory Board/LFTRB) menjatuhkan sanksi berupa denda ke Grab sebesar 10 juta Peso.

Sanksi tersebut sebagai buntut dari pengenaan tarif tambahan 2 Peso per menit kepada penumpang secara ilegal.

Direktur Komunikasi Kementerian Perhubungan Filipina, Goddes Libiran menekankan Grab harus membayar denda sekaligus mengembalikan uang penumpang melalui mekanisme diskon.

“Kami mengonfrimasikan LTFRB menginstruksikan Grab untuk membayar denda 10 juta Peso karena menarik tarif tambahan 2 Peso per menit ke penumpang,” katanya seperti dikutip dari ABS-CBN News, Selasa (10/7/2018).

Pengembalian itu harus diberikan kepada penumpang yang melalukan perjalanan dalam tempo selama 20 hari.

Regulasi yang berlaku di Filipina menyebutkan aplikator harus tunduk pada skema tarif yang diberlakukan sejak Desember 20016 di mana aplikator hanya diperbolehkan mengenakan tarif 40 Peso dan tambahan tarif 10-14 Peso per kilometer.

Pelanggaran Grab itu membuat  politisi Jericho Nograles, anggota DPR dari Partai PBA, angkat bicara.

Dia menduga Grab melakukan praktik ilegal lantaran mengenakan biaya tambahan sebesar 2 Peso per menit kepada penumpang.

Nograles mendesak Grab kembalikan uang penumpang yang estimasinya mencapai 1,8 miliar Peso.

Angka itu disebut-sebut diperoleh Grab dari biaya tambahan yang dikenakan ke penumpang dalam lima bulan terakhir.

Sementara Public Affair Head Grab Filipina, Leo Gonzales, mengaku sedang mempelajari sanksi tersebut.

(tribunnews/tow)