Mitra Gocar dan Gojek Solo Raya Buatkan Sumur di Desa Kedawung Mondokan Sragen

9
Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno bersama Mariana Wijayanti District Head Gojek Solo Raya salurkan air ke warga warga Dukuh Kutorejo, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Gojek dan mitra Gocar memberikan bantuan pembuatan sumur untuk warga Dukuh Kutorejo, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Sumur ini berada di lahan milik Tri Nugroho atau kerap disapa Gatri penggagas sumur tersebut sekaligus mitra Gocar.

Kepada Tribunjateng.com dirinya mengatakan idenya muncul ketika di daerahnya sudah mengalami kekeringan.

“Saya juga warga sini, sudah mengalami kekeringan sejak Juli bahkan tiap tahun kering namun yang paling parah ya tahun ini,” kata dia, Kamis (10/10/2019).

Dirinya juga mengatakan selama ini untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan warga hanya meminta bantuan juga menunggu bantuan dari komunitas maupun BPBD.

Saat mencari sumber air, Gatri dan rekan-rekan sudah mencoba empat titik, namun yang paling bagus yang saat ini digunakan.

“Kami juga labkan (membawa ke laboratorium,red) hasil air tersebut, dengan hasil baik untuk dikonsumsi,” lanjut Gatri.

Gatri mengaku bersama rekan-rekannya melakukan penggalian sejak awal Agustus. Empat sumur yang digali, satu sumur yang paling bagus dengan kedalaman 45 meter.

Kedepannya, Gatri bersama komunitasnya berencana akan melakukan pengeboran di sekitar lahan miliknya tersebut.

Sumur dengan tandon 9.000 liter ini dapat mengairi sebanyak 70 KK, RT 19 dan 20 Dukuh Kutorejo.

“Instalasi sudah masuk ke rumah-rumah warga, dua minggu lagi kita maksimalkan sudah bisa masuk kran semua. Debit 3.000 liter setengah jam sudah penuh kalo 9.000 liter satu setengah jam penuh,” terang dia.

Sumur yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno tersebut berkapasitas 9.000 liter.

Dedy dalam kesempatannya mengapresiasi setinggi-tingginya dengan apa yang dilakukan mitra Gocar bersama PT Gojek.

“Saya mengapresiasi mitra¬†Gojek Soloraya yang sudah peduli terhadap warga kami, membuatkan sumur untuk membantu kebutuhan air warga kami,” kata Dedy.

Perihal kekeringan dan perairan, Dedy menyampaikan data yang ia peroleh dari BMKG, pada November baru akan turun hujan.

Sementara musim penghujan akan berada di Sragen selama lima bulan. “Kira-kira begitu, semoga perkiraan BMKG salah, hujan semoga cepat turun,” lanjut Dedy.

Dedy juga mengatakan kekeringan di Kabupaten Sragen terus meluas. Dua kecamatan yaitu Kecamatan Miri dan Sumberlawang akhir-akhir ini mengalami kekeringan.

Dirinya mengatakan WKO yang berada di Sumberlawang tidak dapat digunakan langsung untuk masyarakat. Melainkan harus di filter terlebih dahulu.

Mencegah semakin parah kekeringan di Sragen, Pemda di awal tahun 2020 pada Januari akan masif melakukan reboisasi.

“Kontribusi kita untuk generasi selanjutnya ialah dengan melakukan reboisasi, agar generasi kedepan jangan sampai merasakan kekurangan air lagi,” tegas Dedy.

Sementara itu Mariana Wijayanti, District Head Gojek Soloraya mengatakan sebagai bagian dari warga Soloraya, pihaknya mempunyai empati yang besar untuk meringankan beban warga Mondokan.

“Kami berempati untuk meringankan beban warga yang saat ini mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari di Mondokan ini,” kata dia.

Dengan dibangunnya sumur dan tandon air ini pihaknya berharap sumur dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi banyak pihak untuk membantu warga yang sedang mengalami kekeringan.

Bantuan ini, dikatannya kolaborasi Gojek dan mitra Gocar dalam aksi sosial wujud komitmen Gojek memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat.

“Tentu kami harapkan perluasan bantuan seperti ini akan ada, kami akan bantu. Sementara untuk maintenance sumur ini swadaya dari masyarakat,” pungkasnya.

(tribunjateng/transonlinewatch)