Masalah Suspend, Kemenhub Himbau Driver Membentuk Lembaga Khusus yang Menanganinya

12

Transonlinewatch- Kementerian Perhubungan meminta aplikator taksi online, yaitu Grab dan Gojek, memperbaiki aturan mengenai suspend atau pembekuan akun driver secara pihak. Sebab, masalah ini murni hubungan bisnis antara aplikator dengan driver selaku mitra, sehingga pemerintah tidak bisa masuk ke ranah tersebut.

“Bicara menyangkut masalah suspend memang itu murni urusan bisnis antara mitra dan pihak aplikator. Paling kita hanya bisa menyampaikan kepada dua aplikator itu,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di kantornya, Rabu (7/11).

Dia menjelaskan, selama ini yang dikeluhkan oleh para driver adalah suspend yang cenderung sepihak dan tanpa pemberitahuan dari aplikator. Untuk itu, dia meminta aplikator menjalin komunikasi yang baik dengan mitra terutama mengenai masalah suspend.

Bahkan, Budi menyarankan dibuat lembaga atau pihak ketiga antara driver dan aplikator yang bertugas mengurus masalah suspend tersebut. Dengan begitu, diberharap keluhan mengenai suspend sepihak tidak akan mencuat lagi.

“Kita harapkan ada semacam komunikasi yang baik atau minimal ada semacam lembaga khusus di antara mereka untuk menghindari adanya pemutusan suspend secara sepihak sehingga bisa kontrol terhadap alasan suspend itu memang sesuai dengan kode etik dibuat,” ujarnya.

(merdeka/tow)