Kunto Rela Tidak Narik 3 Hari Demi ‘Gojek’ Gerakan Kebangsaan

8
Ratusan gojek serukan gerakan kebangsaan di Jalan Mangkubumi Yogyakarta. (Foto evi nur afiah).

Ratusan driver Gojek berjajar sepanjang jalan Marga Utama, mulai dari Tugu Pal Putih hingga kantor Kedaulatan Rakyat, Selasa (10/9/2019). Dengan kompak, para driver Gojek menggunakan seragam mereka (pakaian Gojek warna hijau) dan membawa beberapa spanduk bertulisan mendukung Gojek Indonesia.

Sambil melakukan aksi, para driver juga membagikan stiker dan kue lapis Merah Putih kepada pejalan dan pengendara yang melintas. Mereka juga menggelar musik angklung, aksi Helm Aspirasi, menyanyikan lagu Indonesia Raya & Padamu Negeri, hingga Punokawan.

Salah satu Driver Gojek, Kunto (48) mengaku rela tidak mengambil pesanan demi mengikuti gerakan kebangsaan tersebut. “Ini kita namakan Gerakan kebangsaan. 2-3 hari ini saya tidak mengambil orderan, demi menyiapkan acara ini,” tutur Kunto saat dijumpai KRjogja.com.

Ketua Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja), Handriyanto mengatakan aksi ratusan driver Gojek ini selain menghibur pengguna jalan dengan ragam atraksi, juga untuk merespon pernyataan kontroversial terhadap Gojek beberapa waktu lalu.

“Yang jelas bahwa Gojek itu merupakan perusahaan yang menggerakkan ekonomi kerakyatan dimana masing-masing pelaku atau pengemudi bisa menggerakkan ekonomi keluarganya. Jadi ketika saat ini Gojek istilahnya diejek dan dihina salah satu oknum negara lain, sebagai salah satu produk asli Indonesia ini harus kita dukung. Yang tentunya kami yang ada di dalamnya tentu harus ikut membela NKRI pada umumnya,” katanya.

(krjogja/transonlinewatch)