Kisah Dwi Priyanto, Driver Gojek Juara “Grappling” yang Ingin Ubah Nasib

8
Dwi Priyanto punya cita-cita ingin mengubah hidupnya melalui olahraga grappling

Dwi Priyanto (28), sejak 2016 lalu bekerja sebagai driver mitra ojek online (ojol) Gojek. Namun siapa sangka, di sisi lain pria berambut cepak ini juga merupakan seorang juara olahraga beladiri Grappling dengan empat raihan medali. 

Dwi baru dua tahun terakhir menekuni olahraga beladiri Grappling ini. Itupun ia tak sengaja karena hanya ikut-ikutan rekan-rekannya sesama driver Gojek yang berlatih di Jogja Jiujitsu Academy kawasan Monumen Jogja Kembali. 

Namun, ternyata kala itu ia mendapat angin segar lantaran belum banyak orang menekuni cabang olahraga bela diri ini di Indonesia. Hasrat untuk menjadi atlet pun menggebu hingga ia menjalani tugas ganda baik sebagai driver Gojek di pagi hingga siang dan berlatih Grappling pada malam hari. 

“Untungnya istri saya Rima Oktaviana mendukung. Saya pagi sampai sore tugas cari uang dulu, nggojek untuk mencukupi dapur rumah istilahnya, malamnya baru latihan. Saya empat kali dalam seminggu latihan. Ya serius karena saya melihat ada peluang untuk mengubah nasib,” kisah Dwi ketika berbincang dengan KRjogja.com Rabu (11/9/2019). 

Kondisi ekonomi keluarga Dwi sendiri terbilang sangat pas-pasan. Ia kini masih tinggal mengontrak bersama ibu dan istrinya di Banyuraden Gamping Sleman. Istrinya tak lagi bekerja karena sedang hamil, sementara ibunya berjualan nasi yang dipasarkannya melalui jejaring makanan online. 

Sejak SD, Dwi harus menerima kenyataan kedua orangtuanya berpisah sehingga ia harus bekerja sendiri menopang hidup bersama ibunya sejak lulus SMA UII pada 2009 lalu. “Dulu ikut bengkel terus kerja di dapur restoran saya lakukan untuk hidup buat saya sama ibu. Terus 2016 ada Gojek saya ikut daftar. Alhamdulillahnya bisa sangat membantu dari nggojek sampai sekarang kalau sehari Rp 100 ribu masih dapat,” ungkapnya mengisahkan. 

Sampai saat ini, Dwi masih terus giat berlatih Grappling yang merupakan perpaduan gulat dan jiujitsu. Kabar olahraga ini akan dipertandingkan di event multi cabang kedepan membuatnya semakin bersemangat berlatih. 

“Katanya mau ditandingkan di Asian Games atau Sea Games, itu yang membuat saya lebih bersemangat. Atletnya masih sedikit jadi ada peluang. Siapa tahu rejeki saya di sini bisa mengubah hidup. Apalagi kan juaranya dapat uang dari pemerintah dan PNS. Ini yang memotivasi saya terus giat berlatih,” tandas juara event Super Grappler di Surabaya, Yogyakarta dan Bandung ini. 

Kini ia masih terus menekuni profesi sebagai driver Gojek untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk istri yang sedang mengandung anak pertama. Dwi berniat tampil di kejuaraan internasional yang hadiahnya juga cukup besar dan bisa membuatnya lepas dari keterbatasan. 

“November nanti di Jakarta, kejuaraan Asia. Itu hadiahnya lumayan besar. Mudah-mudahan bisa dapat dan paling tidak punya rumah sendiri dulu agar tidak ngontrak sana-sini,” pungkas dia. 

(krjogja/FX Harminanto/transonlinewatch)