Ingat, Ini Lokasi Antar dan Jemput Ojek Online di TOD Dukuh Atas

26

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat melakukan penataan terkait lokasi penjemputan (pick up) dan pengantaran (drop off) pengguna ojek online di kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Ada dua lokasi atau titik penjemputan dan pengantaran yang ditetapkan bagi pengguna ojek online, yaitu di depan pintu keluar (Exit D) Stasiun Kereta Bandara (Railink) BNI City, dan di lahan bekas Pasar Blora di samping pintu keluar Stasiun Commuter Line Sudirman.

“Bagi masyarakat yang ingin menggunakan ojek daring di sekitar Kawasan Berorientrasi Transit Dukuh Atas, harap memperhatikan lokasi pick up & drop off ojek daring. Hal ini dimaksudkan untuk menghadirkan ketertiban dan kenyamanan di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas,” demikian pemberitahuan yang dilansir PT MRT Jakarta melalui akun media sosial.

TOD Dukuh Atas merupakan lokasi strategis bagi para pengguna transportasi umum di pusat kota Jakarta.

Kawasan itu menjadi pertemuan antarmoda transportasi, yaitu kereta Commuter Line di Stasiun Sudirman, kereta Railink Bandara di Stasiun BNI City, kereta MRT Jakarta di Stasiun Dukuh Atas, dan bus Transjakarta di Halte Dukuh Atas.

Pengaturan itu dibuat lantaran kerap terjadi kemacetan di TOD Sudirman, terutama di Jalan Blora dan Jalan Kendal, akibat banyak pengemudi ojek online yang menjemput dan mengantar penumpang dari stasiun-stasiun di kawasan itu.

Pantauan Warta Kota pada pekan lalu, kawasan yang berada di sisi selatan Bundaran Hotel Indonesia (HI) itu menunjukkan, lalu lintas di Jalan Kendal menuju Jalan Blora, tepatnya seberang Stasiun Sudirman itu terlihat semrawut.

Pengendara ojek online memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan. Mereka terlihat menunggu pesanan ataupun berhenti sejenak menunggu calon penumpang yang turun dari kereta cepat Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT), bus Transjakarta, Commuter Line ataupun Kereta Bandara.

Kendaraan pribadi milik warga hingga bus Transjakarta terpaksa melaju lambat karena badan jalan hanya tersisa satu lajur, imbas dari pembuatan area pedesterian Terowongan Kendal.

Kondisi diperparah dengan membludaknya para penumpang Commuter Line yang keluar dari Stasiun Sudirman, khususnya jam sibuk kerja pagi maupun sore hari.

Mereka menunggu ojek online ataupun bus Transjakarta di pinggir jalan.
Kondisi tersebut lantaran trotoar yang berada di sepanjang Stasiun Sudirman hingga depan lahan bekas Pasar Blora itu terlihat dikuasai oleh pedagang kaki lima.

Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke jalan ataupun berjalan jauh melewati hingga Taman Blora atau sejauh 300 meter dari gerbang Stasiun Sudirman.


Shelter Ojek Online

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, salah satu solusi penataan di kawasan TOD Dukuh Atas adalah dengan pembangunan shelter untuk pengendara ojek online.

Hanya saja, pembangunan shelter tersebut masih dalam proses penetapan lokasi pembangunan oleh MRT Jakarta maupun vendor ojek online, yakni Grab Indonesia dan Gojek Indonesia.

“Masih dalam proses pengkajian,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (24/6/2019).

Adapun terkait lahan parkir TOD Dukuh Atas yang dikelola oleh warga, Sigit menyebut kewenangan pengelolaan lahan parkir tersebut berada di Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Jaya sebagai pemilik lahan.

“Kalo di pasar yang kelola PD Pasar (Jaya),” singkatnya.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyebutkan telah menginstruksikan jajaran Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Pusat untuk melakukan penjagaan di sekitar lokasi.

Tujuannya untuk mengurai kemacetan dan mencegah adanya penumpukan kendaraan di sepanjang lintasan.

Lokasi itu memang macet kalau jam sibuk, tapi kalau dari wilayah kita hanya lakukan penjagaan saja, karena kebijakan pembangunan shelter itu di MRT atau Commuter Line dengan ojek online. Jadi selama sbelum dibangun, kita tertibkan supaya nggak ganggu jalan,” ujarnya, saat dihubungi, Senin (24/6/2019).

(tribunnews/tow)