Harga BBM Turun, Driver Ojek Online Tetap Memilih Premium

12

Meski harga BBK (Bahan Bakar Kendaraan) turun, seorang pengendara ojek online di Banjarmasin, Busran, mengaku tetap memilih membeli Premium dibanding Pertalite atau Pertamax.

“Selisih harga Premium dan Pertalite masih cukup besar. Turunnya harga Pertalite tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Besar kecil pendapatannya, kata Busran, sangat tergantung dengan biaya dan pengeluaran BBM setiap harinya.

“Kalau saya ini setiap hari paling tidak dua liter, malah bisa tiga liter BBM. Jadi kalau Pertalite Rp 7.850 masih mahal, lebih pilih premium lah,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan empat di mesin pompa BBM jenis Premium SPBU lebih panjang dibanding antrean Pertalite dan Pertamax, Sabtu (5/1).

Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sabilal Muhtadin, Arliansyah, mengatakan walau harga Pertalite dan Pertamax turun, dia tidak terlalu optimistis penjualan BBK bisa meningkat signifikan, khususnya jenis Pertamax.

“Harga masih berada di atas Rp 10.000 menjadi faktor utama belum menggembirakannya penjualan Pertamax di SPBU,” ujarnya.

Menurut Arliansyah, rata-rata SPBU Sabilal Muhtadin menjual Pertamax 4.000 hingga 5.000 liter per hari.

“Beberapa tahun sebelumnya bisa mencapai 6.000 hingga 7.000 liter per hari,” ujarnya.

(tribunnews/tow)