Grab Datang, Opang Resah

11

Dalam waktu dekat ini, warga kota Serasan Sekundang akan dihampiri oleh jasa layanan ojek daring/online yang berbasis di Singapura yang hadir dengan mitra menggunakan jaket hitam bergaris hijau yakni Grab.

Grab bakal hadir di kota Muara Enim sebagai moda transportasi alternatif dengan menawarkan 3 produk unggulannya yakni Grab Car, Grab Bike dan Grab Express.

Kepastian Grab bakal hadir di Kota Muara Enim dibuktikan dengan kunjungan managemen Grab Indonesia ke kantor Kominfo Muara Enim, Rabu (20/2).

Dalam kunjungan ini, Grab mengirim tim Ekspansi mereka yang diwakili Ian Nugraha (BD Support Grab) dan Aditya Tri (Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang) . Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi.

Dalam kunjungannya, Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang Aditya mengatakan Grab siap memperluas ekspansi dengan menawarkan layanan transportasi online kepada masyarakat wilayah kota Muara Enim. Menurutnya, pihaknya juga telah banyak menggelar persiapan matang supaya layanan Grab dapat segera dinikmati.

“Sejauh ini progresnya sudah 90 persen dan rencananya paling cepat di akhir Bulan Februari ini kami akan memulai perekrutan driver,”kata Aditya.

Aditya menjelaskan untuk tahap awal pihaknya akan merekrut sebanyak 100 driver Grab di Muara Enim. “Pelaksanaan rekrutmen juga diutamakan warga asli Kabupaten Muara Enim. Ujarnya

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu resmi beroperasionalnya Grab di Muara Enim. Pihaknya berharap proses persiapan berjalan baik hingga waktu launching resminya nanti.

Namun, kehadiran moda transportasi online ini ditanggapi terbalik oleh para Opang (ojek pangkalan) yang sehari harinya memang mangkal dan mencari penghasilan dengan mengantar penumpang.

Respon negatif salah satunya datang dari kalangan tukang ojek konvensional. Sejumlah tukang ojek pangkalan yang beroperasi di kota Muara Enim mengaku resah dengan bakal ekspansinya layanan ojek daring/online Grab di Kota Muara Enim.

“Kami resah dan baru tahu kalau ojek online Grab bakal ado di Muara Enim, jujur kami nolak karena jelas bakal ngurangi pendapatan sehari-hari,”kata Aswandi yang biasa dipanggil wak uban Tukang ojek yang merupakan anggota Paguyuban Ojek Islamic Center.

Aswandi yang kerap mangkal di pangkalan ojek samping Kantor Dinas PMD Kompleks Islamic Center juga mengaku dirinya bersama teman sejawatnya tak terkarik bergabung ojek online. Alasannya karena sebagian mereka tidak mengerti teknologi dan kendaraan mereka banyak tak memenuhi spesifikasi Grab.

“Terlebih lagi sebagian kami banyak tidak memiliki SIM, kendaraannya juga nak bagus nian, jadi menurut kami ribet,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi menyambut baik masuknya layanan grab di Muara Enim.Dia mengatakan bahwa masuknya Grab ini diharapkan dapat mendukung Program �” Program Pemerintah dan dapat mengangkat kearifan lokal yang ada di Muara Enim.

“Hadirnya Grab dapat menambah serta meningkatkan layanan transportasi masyarakat Muara Enim, semoga Grab juga dapat mendukung program-program lain pemerintah disini,”kata Ardian.

Sebelumnya rencana hadirnya grab di kota Muara Enim ramai menjadi perbincangan masyarakat dan sempat viral di media sosial. Sebagian masyarakat menyambut positif namun adapula yang memberikan sentimen negatif.

Namun ada juga masyarakat yang mendukung hadirnya grab. Melly (20) mahasiswa kampus swasta di Kota Muara Enim mengaku senang dan sudah lama menantikan layanan ojek online di Muara Enim.

“Kan enak kalo ada grab, apolagi kota-kota besar sudah ado galo, selain biayanya jelas dan terjangkau, grab bisa dimanfaatke untuk pesan makanan dan minuman tanpa harus keluar rumah atau kantor,”pungkasnya.

rmolsumsel.com