Gojek Luncurkan GoGreen, Perluas Dampak Sosial pada Lingkungan

24

Di samping ekonomi dan inovasi, Gojek tengah berupaya memperluas dampak sosial di bidang lingkungan. Komitmen ini ditunjukan dengan meluncurkan GoGreen, sebuah inisiatif yang bermaksud memudahkan konsumen, serta mitra merchant dan driver dalam mejalani gaya hidup ramah lingkungan.

Layanan GoFood jadi sasaran pertama kampanye ini, yakni mengadakan pilihan untuk tak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan, juga menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.

“Tas ini di samping mengurangi penggunaan kantong plastik saat mitra driver membawa pesanan GoFood, juga memasikan makanan atau minuman diterima dengan kualitas tetap baik,” kata Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Ya, tas yang dimaksud bisa membuat makanan atau minuman yang diantar tetap dalam keadaan hangat maupun dingin, tahan ciptaan air, dan sangat fleksibel bagi mitra driver ketika mengantar penumpang karena bisa dilipat.

Sementara, fitur pilihan alat makan sekali pakai bisa didapati sebelum masuk ke halaman checkout. Konsumen bisa memilih opsi beli alat makan senilai Rp1 ribu–3 ribu jika benar-benar memerlukan alat makan sekali pakai.

“Tapi, kalau pesannya di rumah atau di kantor, Gojek mengimbau konsumen untuk pakai alat makan sendiri. Sangat mungkin bisa karena #PastiAdaJalan untuk Hidup Lebih Ramah Lingkungan,” sambung Catherine.

Inisiasi ini sebenarnya sudah dijalankan sejak Juli 2019. Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, progres yang diperlihatkan sangat bagus. “Total dari pesanan yang masuk, hanya satu persen yang pilih untuk membeli alat makan,” tuturnya.

Gandeng Banyak Pihak

GoGreener sendiri dalam pelaksanannya menggandeng sejumlah pihak, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta beberapa organisasi sosial, seperti Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), PlastikDetox, dan WWF-Indonesia.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar menyambut baik kerja sama ini, lantaran bertujuan mengimbau masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan.

Kepala Pusat Standariasai Lingkungan dan Kehutanan Noer Adi Wardojo menambahkan, inisiasi ini sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan pemerintah. “Kami dari pihak pemerintah memang tengah menggalakkan perubahan perilaku, khususnya dalam penggunaan plastik sekali pakai,” katanya.

Bersama GIDKP, GoFood akan mengadakan kampanye dan program, baik secara online maupun offline, dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang perilaku konsumen yang ramah lingkungan. Sedangkan, mitra merchant akan mendapat edukasi dari kolaborasi PlastikDetox dan GoFood.

“Kam ingin terus menyebarkan berita baik bahwa usaha yang menguntungkan bisa sejalan dengan perilaku ramah lingkungan. Kerja sama ini merupakan rankaian edukasi lanjutan yang telah kami jalankan bersama ratusan mitra merchant kuliner di Denpasar, beberapa waktu lalu,” ucap Co-Founder and Advisor PlastikDetox Marc-Antoine Dunais.

Di ranah edukasi driver, GoFood bakal berkolaborasi dengan WWF-Indonesia. Perilaku ramah lingkungan, salah satunya dengan memakai tas pengantaran sehingga tak perlu menggunakan kantong plasik sekali pakai, bakal jadi titik berat materi di sni, mengingat mitra driver adalah ujung tombak dan pihak yang bisa bertemu konsumen maupun merchant.

(liputan6/tow)