Gojek Latih Ratusan Ibu-ibu Anggota Muslimat NU Bogor Sukses Berbisnis

21

Guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta memberikan peluang pendapatan tambahan bagi kaum perempuan di Bogor, Gojek, perusahaan teknologi on-demand terdepan di Asia Tenggara menggelar pelatihan Gojek Wirausaha. Bekerjasama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) serta badan otonom Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), pelatihan Gojek Wirausaha di Bogor akan diikuti oleh 100 perempuan anggota MNU. Melalui pelatihan ini, diharapkan perempuan binaan MNU menjadi handal dalam memanfaatkan teknologi untuk berusaha.

Wildan Kesuma, Head Regional Corporate Affairs Gojek menyampaikan, “Selama ini, batasan bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya adalah mindset. Banyak yang menjalankan bisnis hanya demi mendukung ekonomi keluarga. Padahal perempuan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memajukan perekonomian melalui wirausaha. Penting untuk memberikan pelatihan agar mereka dapat memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Gojek Wirausaha secara khusus dikembangkan oleh Gojek untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas dengan memanfaatkan teknologi.” Kurikulum Gojek Wirausaha sendiri telah dirancang khusus untuk menjawab banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM, diantaranya dalam memulai usaha serta meningkatkan skala bisnisnya melalui teknologi digital.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, total UMKM pada tahun 2018 hampir sebanyak 60 juta. Dari jumlah ini, lebih dari 14 juta usaha dikelola perempuan. Namun, kendala yang masih dialami yakni kurangnya dukungan dalam memulai dan mengelola bisnis. Oleh karena itu, masih ada ruang untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi.

Bertemakan ‘Cerdas Memulai Usaha’, Gojek Wirausaha berbagi tips untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan sesi berkonsultasi bagi peserta untuk langsung mendaftarkan usaha mereka di platform Gojek. Peserta bisa bergabung menjadi merchant GoFood untuk memperluas jangkauan pasar kuliner, GoPay untuk membuat pembayaran semakin mudah dan transparan, serta Arisan MAPAN untuk merencanakan dan mewujudkan barang impian melalui metode arisan. Kesempatan ini diberikan agar pelaku UMKM perempuan ini bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital.

Sejak diluncurkan tahun lalu, Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 15 ribu UMKM di 16 kota di Indonesia, melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah. Bogor merupakan kota ke10 untuk pelatihan Gojek Wirausaha khusus bagi anggota Muslimat NU.

Banyak manfaat dirasakan oleh UMKM yang bergabung dengan ekosistem Gojek. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan 93% mitra UMKM GoFood mengalami peningkatan volume transaksi, dan 85% mitra UMKM menginvestasikan kembali hasil penjualan di GoFood ke dalam usaha mereka, hal ini memicu mereka untuk terus mengembangkan bisnis dan menjadi naik kelas.

Kolaborasi kuat dengan Nahdhlatul Ulama

Kerja sama dengan NU tidak terbatas pada pelatihan wirausaha, tetapi juga sedekah digital dengan GoPay. “Gojek berkontribusi dalam dua hal utama, meningkatkan daya saing UMKM binaan Muslimat NU melalui pelatihan Gojek Wirausaha, serta mendukung digitalisasi ekosistem Nahdlatul Ulama melalui GoPay. Dengan teknologi kami, Gojek membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pembukuan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien,” tambah Wildan.

Pada kesempatan yang sama, Siti Aniroh Slamet Effendy, Ketua IV Muslimat NU yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan “Kami mengapresiasi kerja sama yang dilakukan bersama GOJEK dengan Muslimat NU sejak tahun lalu. Misi Gojek untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi pengguna sejalan dengan Muslimat NU untuk menjadi wadah peningkatan peran wanita dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan potensi dirinya. Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota kami yang kebanyakan merupakan ibu-ibu beserta keluarganya dapat membantu perekonomian Bogor serta akan meningkatkan penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM.”

Tentang Gojek Group

Grup Gojek merupakan perusahaan berbasis teknologi penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital terdepan di Asia Tenggara, yang lahir dengan keyakinan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna dalam ekosistemnya.

Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 untuk para pelanggan di Indonesia, dan sejak itu, telah berkembang menjadi platform mobile on-demand terbesar di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran ke pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Gojek Group kini beroperasi di 204 kota di lima negara di Asia Tenggara.

Per Juni 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400.000 mitra merchants, dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara.

Gojek terus menjalankan misinya untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang positif dalam skala besar bagi pengguna, mitra pengemudi, mitra bisnis dan UMKM, serta mitra penyedia layanan di dalam ekosistemnya. Founder & CEO Gojek, Nadiem Makarim, masuk ke daftar Bloomberg top 50 untuk tokoh-tokoh yang dinilai berhasil membuat dampak berskala global. Pada Juni 2019 Nadiem Makarim juga menerima penghargaan 24th Nikkei Asia Prize untuk kategori Economy and Business Innovation di Tokyo, Jepang.

Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.

Contact Information 1:
Wildan Kesuma

[email protected]
(021) 50251110

(KONTAN/transonlinewatch)