Gelar Pameran Mobil, 10.000 Perempuan di Arab Direkrut Jadi Driver Taksi Online

40

Sebuah perusahaan swasta di Arab Saudi menggelar pameran mobil khusus perempuan pertama di sebuah pusat perbelanjaan di Jeddah. Acara yang dibuka pada Jumat (12/1) ini mungkin terjadi karena pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan perempuan menyetir kendaraan sendiri.

1. Penyelenggara berupaya membantu perempuan untuk memiliki mobil

Sejalan dengan targetnya yang memang khusus perempuan, para staf yang membantu mereka pun adalah perempuan. Dilansir dari AFP, peserta pameran yang memamerkan beragam produk mobil terbaru turut membantu para pengunjung untuk memilih model yang disukai serta solusi keuangannya.

2. Ada kesadaran perempuan adalah bagian penting dari kegiatan perekonomian

Salah seorang pengunjung, Ghada al-Ali, mengaku sangat senang dengan pameran tersebut. “Aku selalu tertarik kepada mobil, tapi kami tak punya kemampuan untuk menyetir. Dan kini aku sangat ingin membeli sebuah mobil tapi aku mau agar pembayaran dan harganya tak terlalu tinggi,” ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian.

Sharifa Mohammad yang mengepalai bagian penjualan di pameran tersebut memahami keuntungan dari membuka pameran mobil khusus perempuan di sana. “Sudah diketahui bahwa perempuan adalah bagian terbesar yang belanja di pusat perbelanjaan. Seluruh pusat perbelanjaan ini dijalankan oleh perempuan. Kasirnya perempuan. Semua yang di restoran adalah perempuan,” katanya.

3. 10.000 perempuan direkrut jadi sopir taksi online Uber dan Careem

Pada September 2017 lalu pemerintah Arab Saudi mengakhiri larangan mengemudi bagi perempuan. Keputusan yang baru ini akan berlaku mulai Juni mendatang. Penyedia taksi online seperti Uber dan Careem pun berbondong-bondong mulai merekrut perempuan sebagai sopir.

Seperti dilaporkan CNN, saat ini 80 persen pengendara Uber adalah perempuan. Sedangkan 70 persen konsumen Careem—yang berasal dari Dubai—juga perempuan. Sejauh ini, para sopirnya adalah laki-laki. Ratusan perempuan dilaporkan sudah mengikuti latihan menyetir dan mendapat sertifikat.

Pada Juni 2018, Careem berniat untuk mempekerjakan lebih dari 10.000 perempuan. “Mereka akan membantu menyediakan layanan yang lebih baik untuk banyak perempuan yang ingin bepergian tapi menolak disopiri oleh laki-laki,” kata perwakilan Careem.

(idntimes/tow)