FDO Kalsel Desak Kepolsian Berantas Kasus Penganiayaan dan Persekusi Terhadap Driver Taksi Online

6

Transonlinewatch- Para sopir transportasi online tergabung dalam Forum Driver Online (FDO) Kalsel, melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Selasa (6/11).

Aksi membawa berbagai atribut spanduk berukuran besar dan kecil serta bendera, yang bertulisan “Berantas Oknum Penganiayaan & Persekusi Terhadap Taksi Online di Bandara’’.

“Tolak!!!! Lawan!!!! Yang Merugikan Banyak Driver Online Banjarmasin Tunduk di Tindas Atau Bangkit Melawan Sebab Mundur Adalah Penghianatan’’.

“Stop Kekerasan Karena Kita Hidup di Negeri Yang Damai’’.

Karena disebut puluhan kasus tindakan premanisme terhadap sopir Online di Kalsel.
“Saat ini kami menuntut agar dua kasus kekerasan yang menimpa rekan kami ini segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,’’ kata

Ketua Forum Driver Online Kalimantan Selatan, Pandu Setiawan Pandu Setiawan.
Dari angka yang disebut 25 tindakan itu, Pandu berkata ada dua kasus kekerasan terhadap driver online yang belum dituntaskan oleh kepolisian.

Salah satu kasus dari dua kasus yang membekas dibenaknya yaitu kasus kekerasan yang menimpa koleganya, Tedi.

Tapi sampai saat ini belum ada perkembangan terhadap kasus tersebut. Kejadian ini sekitar tiga bulan lalu. Padahal, pihaknya selalu koordinasi dengan Polres Banjarbaru.

“Sampai kami bosan menunggunya karena tidak ada perkembangan sama sekali,’’ ujarnya.
Selain itu, para driver online sudah tahu sosok terduga tersangka kekerasan dan alamat yang bersangkutan.

Pihaknya sudah memberikan informasi ini ke polisi untuk menuntasan kasus tersebut. Kasus pemukulan dan perusakan mobil taksi online terjadi di Bandara Syamsudin Noor.

“Saat itu mobilnya dirusak dan kami memegang visumnya, bukti sudah lengkap dan didampingi oleh penyidik, tetapi masih belum ada perkembangan,’’ ujarnya.

Pada saat itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan polisi mestinya mengusut dugaan perusakan properti mobil itu.

“Sepanjang bukti dan data kuat, diminta polisi memproses aduan driver online demi kepastian hukum. Nanti akan kami lihat sejauh mana kasus ini berjalan, tadi kan baru pengakuan sepihak, nanti akan kita temukan kedua belah pihak,’’ ujarnya lagi.

Kemudian H Supian HK juga berharap tak ada lagi kekerasan.
“Semua pihak duduk bersama menyikapi masalah ini. “Insya Allah, nanti kami undang pihak terkait, PT Angkasa Pura, pengelola bandara, dan sopir taksi online untuk berdialog,’’ ucapnya.

(kalimantanpost/tow)