Driver Taksi Online di Sukabumi Mudah Terjaring Razia, Ini Penyebabnya

1783

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi menggelar razia simpatik pengemudi Taksi Online di Jalan RE Martadinata, Kota Sukabumi, Jumat (9/2). Petugas mensosialisasikan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 Tahun 2017.

Ada ciri khusus yang membuat pengemudi taksi online mudah dikenali petugas. Mereka memasang stiker paguyuban atau perkumpulan pengemudi online di Sukabumi di sudut sebelah kanan kaca depan kendaraan mereka.

Baca:

“Mayoritas dari mereka memang pasang jadi sangat mudah untuk memberikan surat teguran sekaligus sosialisasi PM 108 untuk angkutan berbasis online,” kata Imran Wardhani, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Sukabumi.

Menurut Imran razia akan berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 15 Februari mendatang. Razia simpatik juga bertujuan untuk mengetahui dan mendata jumlah taksi online yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.

“Sejauh ini kami juga belum memiliki data pasti jumlah transportasi online ini, karena memang dari pihak penyelenggara aplikasi belum menyerahkan angka pastinya. Namun kalau dari data yang ada saat ini baru ada sekitar 60 persen dari 483 kuota transportasi online yang ada,” lanjut dia.

Robiansyah salah satu pengemudi transportasi online mengaku mendukung sepenuhnya aturan PM 108 tahun 2017. Hal ini menurutnya bisa menjadi payung hukum bagi setiap angkutan online yang beroperasi saat ini.

“Ada memang beberapa yang memang belum singkron denfan keinginan driver namun kami berharap itu bisa dikomunikasikan, misalnya soal KIR dan penempelan stiker. Kalau saat ini kami sendiri masih mengurus izin verifikasi ke Bandung,” ujarnya.

(detik/tow)