Driver Go-Jek Dikeroyok, Ojek Online vs Taksi Konvensional di Pekanbaru Bentrok

242

Kerusuhan terjadi antara pengemudi ojek online dengan sopir taksi konvensional di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, Riau, tepatnya di depan mall SKA Pekanbaru. Kerusuhan terjadi pada Minggu (20/8/2017) sore hingga malam hari.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, keributan berawal dari aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah sopir taksi konvensional terhadap driver Go-jek di depan pintu masuk SKA Co Ex Pekanbaru, sekitar pukul 17.00 Wib.

Pengeroyokan diduga akibat keberadaan angkutan online yang dianggap mengganggu. Sejak taksi online hadir, penumpang mulai beralih menggunakan jasa pengemudi online. Selain itu, Pemkot Pekanbaru belum mengeluarkan izin operasi untuk angkutan online.

Baca: Bawa Kabur Motor hingga Sebabkan Driver Ojol Dihajar Massa, Polisi Gadungan Dibekuk

Akibat pengeroyokan terhadap salah seorang driver Go-jek, ratusan massa ojek online melakukan aksi balasan dengan melakukan sweeping terhadap setiap taksi konvensional yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru.

Sejumlah taksi konvensional dihentikan paksa. Bahkan sedikitnya lima angkutan umum ini sempat dirusak massa.

Menurut keterangan Tiwan, salah seorang pengemudi online, saat kejadian ia tidak berada di lokasi. Namun menurutnya, sekitar pukul 13.00 Wib, salah seorang rekannya memenuhi pesanan penumpang.

“Sesampainya di lokasi, sejumlah sopir taksi konvensional justru melakukan pengeroyokan terhadap rekan saya bernama Arif (29),” ujarnya.

Baca:

Tiwan menambahkan, setelah pengeroyokan terhadap Arif, ia dan teman-temannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tampan.

Kejadian ini pun memancing aksi balasan terhadap sopir taksi konvensional. Aksi tersebut langsung dibubarkan aparat Polresta Pekanbaru langsung membubarkan aksi kerusuhan tersebut. Hal tersebut sempat menimbulkan kemacetan parah di lokasi kejadian.

Satu orang korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan perawatan. Sedangkan kasus ini masih ditangani Polsek Tampan.

(kompas/tow)