Dianggap Paling Efisien, Ojek Online di Jember Berkembang Pesat

21419

Belum adanya kendaraan umum yang mampu memberi pelayanan seperti yang dibutuhkan masyarakat, disinyalir menjadi penyebab ojek online berkembang pesat di Jember.

Keberadaan ojek online di Jember yang tumbuh pesat seiring kebutuhan masyarakat, mendapat tanggapan dari pengamat lalu lintas.

Disebutkan masyarakat akan beralih ke kendaraan umum yang memiliki standar keamanan memadai, jika pemerintah mampu menyediakan kendaraan seperti yang dibutuhkan masyarakat.

Pengamat Lalu Lintas Universitas Jember (Unej), Sonya Sulistya menerangkan, jika mengacu pada aturan yang berlaku tidak ada kendaraan roda dua yang diperuntukan sebagai kendaraan umum, karena spesifikasinya memang tidak memiliki standar keamanan yang memadai untuk mengangkut penumpang.

Berdasarkan Undang-Undang kendaraan yang diperkenankan untuk mengangkut penumpang adalah kendaraan roda 4 atau lebih. Namun meruntut pernyataan yang disampaikan presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, selama angkutan umum yang ada belum mampu memberi pelayanan seperti yang di harapkan masyarakat, maka ojek online diperkenankan untuk melayani masyarakat.

Baca Juga: Penyanyi Andien Berikan Solusi Atasi Macet, Gunakan Ojek Online

Yang bisa melihat kendaraan angkutan umum yang ada saat ini sudah seperti yang di harapkan masyarakat atau belum adalah pemerintah daerah. Karena Online hanyalah fasilitas yang diberikan kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan akses sebuah pelayanan.

Menurut Sonya, yang sebenarnya dibutuhkan adalah bagaimana regulator yang dalam hal ini diperankan pemerintah dan operator harus berfikir untuk menigkatkan pelayanan bagi masyarakat. Tidak menutup kemungkinan dengan mengaplikasikan sistem transportasi online sesuai perkembangan jaman.

Seperti, Sonya lantas mencontohkan, jika nanti Pemkab Jember sudah mampu melakukan penataan jaringan trayek, masing-masing kendaraan angkutan umum dapat dipasang Global Positioning System (GPS) untuk mendeteksi keberadaan armada.

Dengan demikian langkah selanjutnya tinggal mengembangkan aplikasi angkutan umum yang bisa di akses secara online. Sehingga masyarakat dari tempatnya berada dapat melihat, untuk kemudian menentukan akan menggunakan armada yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan demikian masyarakat akan memiliki pilihan yang lebih baik untuk melilih alat transportasi umum tanpa harus menjadikan keselamatan jiwa mereka sebagai resiko.

 

(SuaraJatim/tow)

Loading...