Dapat Sambutan Hangat di Vietnam, GoViet Cetak 100 Juta Perjalanan

10
ILUSTRASI. Peluncuran Gojek Vietnam

Tak hanya di Indonesia, layanan ojek online juga mendapat sambutan hangat di Vietnam. Sebagai buktinya, GoViet, perusahaan afiliasi Go-Jek, mengklaim telah mencetak 100 juta perjalanan lewat jasa sepeda motor. Angka tersebut tumbuh 400% sejak layanan ini diluncurkan pada tahun lalu. Meski demikian, GoViet mengaku belum memiliki rencana ekspansi dalam waktu dekat.

Asal tahu saja, sejak diluncurkan di Ho Chi Minh City pada 8 Agustus 2018 dan Hanoi pada September 2018, jasa ojek online ini sudah menggandeng sekitar 125.000 mitra pengemudi.

Sedangkan bisnis GoFood, yang dirilis November 2018 di Ho Chi Minh City dan Hanoi pada Maret 2019, telah bekerjasama dengan 70.000 merchant. Untuk layanan ini, tingkat pemesanan mencatatkan pertumbuhan mencapai 25%-35% setiap bulannya. Pun demikian dengan GoSend yang sudah mencetak jutaan pemesanan sejak dirilis tahun lalu.

Kendati demikian, perusahaan belum juga mulai menawarkan layanan ojek mobil di Vietnam. Fastgo yang didukung oleh GoViet dan VinaCapital Ventures adalah perusahaan terbaru di sektor ini yang mendapatkan persetujuan untuk mengimplementasikan layanan penyewaan mobil pada Mei tahun ini.

Vietnam telah mengeluarkan apa yang disebut skema percontohan yang  memungkinkan perusahaan taksi dan teknologi menawarkan berbagi perjalanan, dan telah memberikan lisensi kepada Grab, Be Group dan aplikasi lain yang dikembangkan oleh bisnis transportasi lokal.

“GoViet bertujuan untuk menjadi ‘aplikasi super’ untuk Vietnam, mengikuti model yang sangat sukses yang telah diterapkan Go-Jek di Indonesia, pasar dengan kondisi ekonomi dan demografi yang mirip dengan Vietnam,” kata manajemen GoViet.

GoViet baru-baru ini menunjuk Le Diep Kieu Trang, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur Facebook untuk Vietnam, untuk mengepalai bisnis ini. Sebelumnya, manajemen utama perusahaan -termasuk CEO dan chief growth officer- mengundurkan diri.

(kontan/tow)