BPJamsostek Gandeng Ratusan Driver Ojek Online BeU Jek

8
PPS Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Jakarta Cilincing, Febrian Kholilullah bersama Sekjen Koban Edi Swandi usai penandatangan kerjasama di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019)

BPJamsostek, sebutan BPJS Ketenagakerjaan, menggandeng ratusan driver ojek online dari BeU Jek, sebuah perusahaan transportasi baru di bawah Koperasi BeU Abadi Nusantara (Koban).

Melalui kerja sama ini, seluruh driver BeU Jek secara otomatis didaftarkan menjadi peserta BPJamsostek.

Pejabat Pengganti Sementara Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Jakarta Cilincing, Febrian Kholilullah, mengungkapkan, perluasan kepesertaan dengan menggandeng Koban merupakan langkah potensial. Sebab, diprediksi, dalam waktu tak lama, ratusan ribu orang bakal bergabung menjadi driver BeU Jek.

“Saat ini sudah tercatat ada sebanyak 668 orang yang bergabung. Kedepan, ketika BeU Jek sudah beroperasi penuh, jumlahnya akan terus bertambah,” ungkap Febri seusai penandatanganan MoU antara BPJamsostek dengan BeU Jek, Kamis (7/11/2019).

Febri memandang driver online sangat perlu mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya jaminan kecelakaan kerja.

“Agar mereka tidak khawatir lagi jika terjadi kecelakaan kerja atau bahkan sampai meninggal dunia. Sebab, pekerjaan mereka sangat besar risikonya,” ungkap Febri.

Dengan iuran Rp 16.800 untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), peserta akan mendapatkan manfaat besar jika terjadi risiko kerja hingga biaya pengobatan unlimited sampai pasien sembuh.

“Kami naikkan manfaat program BPJamsostek tanpa menaikkan iuran, supaya tenaga kerja merasa aman dan nyaman dalam bekerja,” tukas Febri.

Founder BeU Jek, Eka Maulana, menyebut, langkah bergabung dengan BPJamsostek sebagai bentuk tanggung jawab koperasi kepada anggotanya.

Di BeU Jek, driver tidak hanya dianggap sebagai mitra, melainkan anggota koperasi yang kelak juga mendapatkan Sisa Hasil Usaha setiap tahunnya.

Koban juga meng-cover penuh iuran kepesertaan BPJamsostek tanpa memotong pendapatan dari driver. “Kami perlihatkan komitmen kami yaitu memberikan perlindungan kepada wirausaha atau driver kami,” ujarnya.

BeU Jek akan mulai beroperasi pertengahan November 2019. Sedangkan launching besar-besaran akan dilakukan pada triwulan pertama tahun 2020 dengan melibatkan 100.000 driver.

(wartakotalive/transonlinewatch)