Bos Grab Ngeles Soal ‘Tudingan’ Mitranya yang Enggan Angkut Penumpang Pengguna Ovo

20

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan mitra pengemudi tidak enggan menerima pembayaran dompet digital Ovo yang terintegrasi dengan aplikasi Grab.

Keengganan ini disinyalir membuat pengemudi juga sulit menerima pesanan pengguna yang membayar dengan menggunakan Ovo. Pasalnya, dengan menggunakan Ovo, pengguna bisa mendapatkan harga yang lebih murah daripada membayar tunai.

“Tidak ada penolakan khusus Ovo dan promo tidak dibayarkan langsung kepada pengemudinya. Bahkan ada asumsi promo dipotong dari biaya pengemudi. Itu salah semua,” kata Ridzki di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Pada awalnya, ada asumsi bahwa pengguna Grab yang menggunakan Ovo sulit untuk mendapatkan mitra pengemudi. Ridzki mengatakan asumsi ini harus dihilangkan dari masyarakat.

Grab membayar penuh ke pengemudi tarif normal di luar pemotongan harga Ovo. Apabila harga normal Rp10 ribu dan harga menggunakan Ovo Rp1 ribu, Grab memberikan Rp10 ribu ke pengemudi.

“Pertama, tidak ada pemotongan, meskipun ada promo dan lain-lain. Kedua, untuk promo dan pembayaran non tunai dibayar langsung ke mitra pengemudinya,” ujar Ridzki.

Ridzki menegaskan tidak ada perbedaan kesempatan mendapatkan pengemudi antara pemakaian Ovo dengan tunai.

“Ovo itu memiliki kemungkinan yang sama dengan cash. Tidak ada perbedaan secara statistis,” kata Ridzki.

Bertolak Belakang dengan Fakta Dilapangan

Mengutip komentar netizen pengguna Grab Via twitter, hal ini justu bertolak belakang dengan yang dijelaskan oleh Ridzki.

Pemilik akun twitter @awandariko misalnya mengatakan bahwasanya para driver Grab kerap enggan mengambil penumpang yang menggunakan metode pembayaran yang menggunakan OVO. Celakanya, driver tersebut justru mengacuhkan para pelanggannya.

“”pernah iseng tanya, ada beberapa diriver grab yg nggak mau kalau pake ovo. katanya untungnya dikit buat driver klo pake ovo. kadang kalau driver gamau pake ovo, mereke cuekin aja tu penumpang (PHP) gamau telfon duluan, telfon jg kagak mau angkat tulis @awandariko.

Warganet lain juga kerap membandingkan Grab dengan Go-Jek. Menurut nya, promo Go-Jek jauh lebih manusiawi ketimbang Grab.

“Ak malah kalo ada promo di even 1 atau 2K aku kadang cuekin dan lebih milih pake cash. Kadang suka kasian sendiri sama driver nya. Kalo promo masih manusiawi menurutku” ujar pemilik akun .

 

(cnnindonesia/tow)