Berpenghasilan UMR Tapi Tetap Ingin Investasi dan Menabung? Ini Tipsnya

9

Transonlinewatch- Tidak sedikit orang yang penghasilannya sebatas (Upah Minimum Regional) UMR, yang tidak tertarik untuk menabung dan investasi.

Mereka beralasan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup, apalagi buat hal muluk-muluk tersebut.

Namun, sebenarnya gaji UMR dapat disisihkan sebagiannya untuk menabung dan investasi. Kedua hal ini sangat penting untuk membantu kehidupan di masa depan.

Gaji pas-pasan itu bukanlah halangan untuk menjaga keuangan selalu stabil.

Sebagai tambahan informasai, gaji UMR di setiap daerah berbeda-beda. Sebagai contoh dalam artikel ini adalah UMR DKI Jakarta 2018, yaitu Rp.3,6 juta.

Dibawah ini gambaran cara mensiasati pengeluaran meskipun hanya memiliki Rp3,6 juta untuk nantinya dapat menabung dan berinvestasi.


1. Biaya tempat tinggal

Biaya untuk tempat tinggal dapat disiasati dengan menempati kos-kosan yang harga sewa relatif murah, yaitu Rp500 per bulan.

Hidup di kos-kosan seperti itu tidak boleh berekspektasi mewah, namun hal ini dapat membantu mengurangi biaya pengeluaran.

Jika tidak, tinggal bersama orangtua adalah solusi yang baik. Hal ini membuat biaya tempat tinggal dapat dihilangkan. Artinya, uang Rp500 ribu dapat didialokasikan ke tempat lain.

2. Biaya makan

Makanan merupakan kebutuhan sehari-hari. Namun, pengeluaran untuk kebutuhan ini dapat disiasati dengan harga yang lebih murah.

Contohnya, membeli makanan di warteg hanya akan mengeluarkan uang sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu untuk sekali makan.

Jika dihitung-hitung untuk sehari makan, dengan asumsi membeli makan hingga maksimal Rp15 ribu yang sudah ditambah minum, uang yang harus dikeluarkan adalah Rp15 ribu x 3 yaitu Rp 45 ribu untuk sehari.

Jika dikalikan sebulan, berarti hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 1,35 juta.

Namun, angka ini berlaku jika hanya makan di warteg saja.

Jika terkadang saaat weekend nongkrong di kafe atau retoran. Biaya untuk makan semakin bertambah.

Eiitttsss meski begitu, biaya makan dapat disiasati. Misalnya, besoknya beli makanan semurah mungkin dengan membeli makan hanya sayur dan telur.

Atau dapat juga memasak sendiri dengan membeli bahan makanan yang kemungkinan dapat dimakan hingga 3x makan sehari. Cara ini jauh lebih murah lagi.

3. Transportasi

Ongkos transportasi kemungkinan dapat mengeluarkan kocek hingga Rp30 ribu untuk pulang pergi setiap hari rumah ke kantor.

Jika dikalikan dengan kerja sebulan, dimana seminggu 2 kali libur, biaya yang perlu dikeluarkan adalah Rp 30 ribu x 22 hari kerja = Rp 660 ribu.

Namun, ongkos ini pun dapat dihemat lagi. Caranya adalah menggunakan promo seperti yang kini banyak ditawarkan ojek online dan menggunakan dompet online yang sering menawarkan diskon tambahan.

Sehingga, total kebutuhan sehari-hari untuk sebulan dengan ongkos transportasi tetap Rp660 ribu tanpa menggunakan bonus aplikasi online, adalah:

Biaya tempat tinggal = Rp 500 ribu
Biaya makan = Rp 1,35 juta
Transportasi = Rp 660 ribu

Sehingga uang yang perlu dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 2.510.000.

Jika semisal menggunakan gaji UMR Jakarta, Rp 3.600.000, kita dapat menyisihkan uang untuk investasi masa depan, yaitu Rp 1.090.000.

Apa aja jenis investasi, dan tabungannya?

Sudah ada beberapa program tabungan, yang menawarkan penyimpanan dengan setoran murah. Misalnya, program tabungan berjangka setiap bulan Rp 500 ribu atau jika terlalu berat, TabunganKu dengan setoran awal hanya Rp 20 ribu.

Untuk investasi, kini sudah sangat banyak instrumen investasi meskipun modal kecil. Misalnya, reksadana dan investasi emas.

Sehingga, meski gaji UMR dengan mensiasati biaya kebutuhan sehari-hari, sisa uangnya dapat digunakan untuk menabung dan investasi.

(akurat.co/tow)