Beralih ke Ojek dan Taksi Online, BRT di Makassar Sepi Penumpang

13

GM Perum Damri Makassar, Ilyas Harianto tak bisa menampik keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi seperti ojek online (ojol) mempengaruhi pengoperasian bus dalam kota, utamanya bus rapid transit (BRT) Mamminasata.

Perkembangan jasa transportasi saat ini diakui makin menyulitkan angkutan bus dalam kota untuk beroperasi. Sejak 2015 lalu, peminat BRT hingga kini kian tergerus.

“Tapi itu memang ojol cukup mematikan. Tapi kita tidak bisa mengomentari itu karena kebijakan pemerintah. Dan juga sekarang ini halte sudah dijadikan markasnya taksi online,” kata Ilyas ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/03/2019).

Dari sejumlah halte yang ada, lanjut dia, Perum Damri sejauh ini hanya mengoperasikan dua koridor BRT secara rutin, yakni Koridor I (Bandara -Jalan Riburane) dan Koridor III (Sudiang-Pallangga) dengan menggunakan 8 sampai 10 unit BRT tiap harinya.

Padahal, sejak awal pengoperasiannya, Kementerian Perhubungan telah menyerahkan bantuan 30 unit BRT.

“Yang beroprasi sekarang 8 sampai 10 unit. Kita memang punya 30 unit,” kata Ilyas.

(sindonews/tow)