BCA dan Gojek, dua di antara merek berharga di Indonesia

10

Bank Central Asia (BCA) dan layanan transportasi daring Gojek menjadi dua di antara merek atau jenama (brand) bisnis terpopuler di Indonesia pada tahun ini menurut versi Kantar Insight Indonesia. Dalam Branz Top 50 buatan Kantar, BCA berada di posisi teratas dan Gojek di urutan enam.

Group Director Kantar Insights Indonesia, Muhammad Ilham, mengatakan nilai jenama BCA pada tahun ini mencapai AS $13,05 miliar atau tumbuh 3 persen dari tahun lalu.

Bagi BCA, ini adalah keberhasilan di puncak selama empat tahun beruntun atau sejak 2015. Mereka juga kembali masuk Top 100 Brands Global untuk kedua kali.

“Peringkat BCA di top 100 Brands Global berada di atas brand Adidas. Ini karena BCA mengedepankan inovasi mobile banking yang ramah pengguna hingga meraih 20 juta pelanggan,” ujarnya Ilham dalam siaran pers, Kamis (21/8/2019).

Di posisi kedua di bawah BCA adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memiliki nilai AS $10,98 miliar atau naik 71 persen dari tahun lalu. Sementara Telkomsel berada di posisi ketiga dengan nilai jenama AS $7,3 miliar.

Adapun Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia, duduk di posisi lima dengan nilai AS $6,2 miliar atau turun tiga persen dari tahun lalu. Sedangkan Gojek mencatat pertumbuhan nilai paling besar dari tahun lalu, 88 persen, sehingga memiliki value AS $4,48 miliar.

“Tahun lalu Gojek peringkat tujuh, tahun ini peringkat enam,” ujar Ilham.

Dalam urutan 10 besar, terdapat tiga jenama rokok. A Mild dari Sampoerna berada di urutan empat dengan nilai AS $7,3 miliar atau turun 15 persen dari tahun lalu. Kemudian Dji Sam Soe juga dari Sampoerna di urutan tujuh dengan nilai AS $3,1 miliar atau tumbuh 18 persen dari tahun lalu.

Berikutnya di posisi delapan adalah jenama Surya besutan Gudang Garam dengan nilai AS $2,5 miliar atau tumbuh enam persen. Sedangkan Gudang Garam berada di urutan sembilan dengan nilai AS $2,4 miliar atau tumbuh 6 persen. Terakhir adalah aplikasi belanja Tokopedia dengan nilai AS $2,2 miliar atau tumbuh 487 persen dari tahun lalu.

Khusus Gojek, mereka bukan cuma melonjak di dalam negeri. Gojek, yang tengah memulai era baru, untuk pertama kalinya masuk ke dalam barisan jenama terpopuler versi Fortune.

Gojek berada di urutan 11 atau nyaris masuk 10 besar. Meski begitu, belum ada keterangan berapa penghasilan Gojek, satu hal yang menjadi basis sebuah jenama untuk masuk ke daftar tersebut.

Melihat keberhasilan jenamanya masuk ke posisi atas dua daftar berbeda, Gojek menegaskan tak akan mengubah diri. Menurut Gojek, perusahaan tetap berkomitmen menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat –baik ada penghargaan atau tidak.

“Misi selanjutnya selalu sama, bagaimana kita memberikan solusi untuk masyarakat, baik di Indonesia maupun di mana kita beroperasi, untuk memberikan solusi terhadap problem yang dihadapi masyarakat,” ujar Chief Corporate Affair Go-Jek Nila Marita, Jumat (23/8).

(beritagar/tow)

Loading...