Asosiasi Sopir Resah Soal Gojek Bakal Temui Wali Kota

10

Sopir angkot yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Kota Probolinggo (Asap) gundah-gulana. Sebab, beredar kabar pemerintah pusat akan memberlakukan Ojek Online (OJOL) jika uji coba di sejumlah kota se Indonesia, tidak ada masalah.

Tentu saja rencana tersebut menyulut amarah sejumlah sopir angkot. Bahkan salah satu sopir mengajak rekannya untuk mencegat ojol yang ketahuan mengangkut penumpang. Mereka pada hari ini, Senin (11/2) pagi akan menunggu di perempatan brak. Dan akan mencegat ojol atau ojek mobil yang ketahuan mengangkut penumpang.

Hanya saja rencana tersebut ditentang oleh anggota Asap yang lain. Mereka tidak setuju dengan cara-cara kekerasan seperti itu. Sejumlah sopir angkot yang pada Minggu (10/2) pagi berkumpul sambil menunggu penumpang di pertigaan Ketapang tersebut, akan berkoordinasi dan menemui ketua Asap. Tujuannya, akan menanyakan soal apa yang harusnya dilakukan.

Salah satu dari mereka akan meminta untuk turun jalan atau aksi damai. Sebab, jika tidak melakukan apa-apa dianggap uji coba ojol tidak bermasalah. Jika itu yang terjadi, maka pemerintah akan meresmikan operasional ojol. “Informasinya seperti itu di koran. Jika uji coba di Surabaya tidak bermasalah, berarti kota lain dianggap setuju ke ojol. Gojek akan disyahkan,” tandas sopir yang enggan namanya ditulis.

Kalau pemerintah sudah mengesahkan ojol, maka mereka akan kehilangan pekerjaan. Karena itu, agar pemerintah pusat mengetahui kalai sopir angkot tidak setuju alias menolak pemberlakuakn ojol, maka akan melakukan aksi. “Kalau tidak ada aksi, kita dianggap setuju dengan gojek. Makanya, Senin kami akan menemui ketua Asap. Agar segera izin demo,” tegas mereka yang diangguki sopir angkot yang lain.

Kabar akan diresmikanya ojek online (Ojol) oleh pemerintah dibenarkan oleh ketua Asap De’er. Menurutnya pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan akan meresmikan Ojol pertengahan februari. Pemerintah mulai Januari hingga saat ini melakukan uji coba serentak di sejumlah kota. Di Jawa Timur, uji cobanya di Kota Surabaya, dengan begitu, jika di Surabaya tidak ada masalah, maka seluruh wilayah jatim dianggap tak bermasalah.

Karena itulah, Asap berencana akan turun jalan. Namun, sebelum melakukan aksi damai yang belum diketahui pastinya itu, pihaknya akan menemui Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Pihaknya akan meminta petunjuk ke wali kota bagaimana enaknya. “Kami akan menemui wali kota bersama dishub. Kami minta Dishub mendampingi dan memfasilitasi pertemuan kami dengan wali kota,” terangnya.

Hal tersbut dilakukan, karena Asap tidak pernah setuju dengan kehadiran ojol, apalagi diresmikan oleh pemerintah pusat. Namun, ia tidak khawatir, jika pemerintah pusat mengesahkan operasional ojol. Sebab, salah satu aturan menyebut, mengenai ojol diserahkan ke pemerintah daerah. “Ya, saya pernah baca di salah satu aturan. Kebijakan Ojol dikembalikan ke daerah masing-masing. Makanya, kami minta pemkot tidak ikut-ikut meresmikan ojol,” pintanya.

Jika nantinya, wali kota mengabulkan permintaan kami, maka kami tidak akan melakukan demo. Sayangnya hingga berita ini ditulis, Kadishub setempat Sumadi belum bisa dihubungi. Dihubungi selulernya, aktif namun tidak diangkat.

(batutimes/tow)