Aplikasi Transportasi Online BISTAR, Penumpang Bebas Pilih Pengemudi, Pengemudi Bebas Tentukan Tarif

12
Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin menunjukkan aplikasi BISTAR dalam jumpa pers di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

“Misal mau ke Bekasi, tarif standar Rp 30 ribu, maka ada beragam tawaran tertera di aplikasi. Ada yang tarifnya Rp 25 ribu, ada yang Rp 20 ribu ada yang Rp 15 ribu dan mungkin ada juga yang Rp 40 ribu…”

BISTAR aplikasi transportasi online yang berasal dari Surabaya kini hadir di Jakarta.

Berbeda dengan beberapa aplikasi transportasi online yang telah muncul sebelumnya, aplikasi transportasi online BISTAR hadir dengan inovasi yang cukup mengejutkan.

Jika di aplikasi transportasi online lain, penumpang diwajibkan membayar tarif sesuai dengan tarif yang ditetapkan penyedia layanan, di BISTAR penumpang diberi pilihan hingga lima variasi harga dan jenis kendaraan yang berbeda.

“Ketika mau pesan, di aplikasi tertera pilihan nama pengemudi beserta tarif, merek, dan tahun kendaraan, waktu tiba dan rating pengemudi,” ujar Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin, saat konferensi pers pengenalan aplikasi BISTAR di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin menunjukkan aplikasi BISTAR dalam jumpa pers di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin menunjukkan aplikasi BISTAR dalam jumpa pers di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Sementara itu, dari sisi pengemudi, lanjut Miftachul Amin, diberi kebebasan untuk memasang tarif berdasarkan jarak tempuh dan kondisi kendaraan yang dimiliki.

Meskipun begitu, pihak BISTAR tetap memberikan informasi mengenai standar tarif sebagai acuan penumpang dalam memilih driver yang diinginkan.

“Misal mau ke Bekasi, tarif standar Rp 30 ribu, maka ada beragam tawaran tertera di aplikasi. Ada yang tarifnya Rp 25 ribu, ada yang Rp 20 ribu ada yang Rp 15 ribu dan mungkin ada juga yang Rp 40 ribu,” ujarnya.

Menurut Amin, dengan pilihan tersebut, penumpang dapat menentukan pengemudi yang sesuai dengan keinginannya.

“Kalau tarifnya lebih mahal dari tarif standar, mungkin karena merek mobilnya mahal,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, sesuai dengan tagline dari BISTAR yakni ‘Aplikasi Berbagi Tumpangan’, setiap penumpang juga bisa menentukan apakah bersedia atau tidak untuk berbagi tumpangan dengan orang lain.

“Pada aplikasi, penumpang bisa memilih apakah mau berbagi dengan penumpang yang lain atau tidak. Kalau tidak, berarti penumpang hanya sendirian, persis seperti pesan taksi pribadi,” ujar Amin.

Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin tengah menjelaskan aplikasi BISTAR saat konferensi pers pengenalan aplikasi BISTAR yang berlangsung di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin tengah menjelaskan aplikasi BISTAR saat konferensi pers pengenalan aplikasi BISTAR yang berlangsung di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Lebih lanjut dirinya menyebutkan, keunggulan aplikasi BISTAR ini juga memungkinkan para penggunanya tidak hanya dapat menggunakan aplikasi sebagai penumpang, tapi juga bisa digunakan sebagai pengemudi.

Jadi, hanya dengan satu aplikasi, pengguna juga dapat mendaftarkan dirinya sebagai pengemudi tanpa harus terikat sebagai karyawan di perusahaan aplikasi BISTAR.

“Untuk bergabung dengan BISTAR pun tergolong sangat mudah. Pengguna cukup mengisi data yang diminta di aplikasi baik sebagai pengemudi maupun penumpang,” papar Amin.

“Proses verifikasi hanya butuh hitungan menit. Bisa sedikit lama jika ada data yang diindikasikan memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Aplikasi BISTAR, aplikasi transportasi online dari Surabaya kini hadir di Jakarta
Aplikasi BISTAR, aplikasi transportasi online dari Surabaya kini hadir di Jakarta (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Potongan

Lebih menariknya lagi, selain bebas menentukan tarif sendiri, pengemudi hanya dikenakan potongan dari operator sebesar Rp 3.000 untuk mobil dan Rp 1.000 untuk motor.

“Potongan dari BISTAR untuk pengemudi flat, jauh dekat Rp 3.000 untuk mobil dan 1.000 untuk motor,” sebut Amin.

Untuk sementara ini, pembayaran tarif perjalanan hanya bisa menggunakan uang tunai. Ke depannya, pihak BISTAR akan menerapkan sistem pembayaran secara cashless atau non tunai.

Sebagai wujud kenyamanan dari pengguna BISTAR, baik pengemudi maupun penumpang bisa mengadukan berbagai keluhan melalui kolom komentar yang ada pada aplikasi.

Jika ada salah satu dari kedua belah pihak yang merasa dirugikan, bisa mengirimkan bukti-bukti ke pihak BISTAR untuk nantinya pihak BISTAR meminta klarifikasi kepada pihak yang dilaporkan.

“Orang yang melaporkan harus menyertakan bukti chat, bukti telepon dan bukti lain. Jika dari bukti-bukti yang diberikan sudah cukup, untuk sementara kami bekukan akun aplikasinya (terlapor) sampai adanya klarifikasi (dari terlapor),” ujar Amin.

Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin menunjukkan aplikasi BISTAR dalam jumpa pers di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Founder Aplikasi BISTAR Miftachul Amin menunjukkan aplikasi BISTAR dalam jumpa pers di The Dutch, 18 Parc Place Tower Tower E Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Sejak 2014, di Google Playstore 2018

Aplikasi BISTAR dikembangkan sejak 2014. Lalu, aplikasi ini resmi diluncurkan di Google Playstore untuk smartphone berbasis Android pada Januari 2018.

Setahun berikutnya, Januari 2019, aplikasi ini muncul di App Store untuk pengguna smartphone berbasis iOS.

Saat ini pengguna aplikasi BISTAR sudah mencapai sekitar 40 ribuan dan mayoritas ada di Surabaya.

“Meski secara teknis aplikasi ini bisa dipakai di seluruh indonesia, tapi karena base camp kami di Surabaya dan kami trial di Surabaya, hasilnya aplikasi kami digunakan banyak orang,” tuturnya.

“Artinya, aplikasi ini betul-betul bekerja, sehingga pada saat mau masuk ke Jakarta, kami nggak coba-coba lagi,” ungkap Amin lagi.

(wartakota/transonlinewatch)