Almhamdulillah, Unit Darurat Go-Jek Berhasil Selamatkan Nyawa Driver

12

Seorang mitra driver Gojek, Wira Hadi Saputra, yang sebelumnya sempat mengalami kejang-kejang dan pingsan, saat melayani penumpang, berhasil dibawa ke rumah sakit. Ia diselamatkan nyawanya menggunakan jalur komunikasi darurat milik layanan operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Sementara itu, untuk pembiayaan penyelamatannya, Go-Jek telah menanggung biaya pengobatan hingga yang bersangkutan pulang dari rumah sakit. Menurut pengakuan penumpang, Micki, kejadian bermula saat ia dijemput oleh Wira Hadi dari rumah, di area Bintaro.

Ketika itu, Micki memesan layanan transportasi Go-car melalui aplikasi Gojek, untuk berangkat menuju kantornya di Jalan Fatmawati.  Saat melewati daerah Pondok Pinang, Wira Hadi sempat berhenti dan menepi di jalanan, karena merasa ada yang janggal dengan kendaraannya sekitar pukul 14.00 WIB.

“Katanya mobilnya ada yang bunyi. Dia cek, ternyata tidak ada. Kemudian dia menepi lagi. Dia bilang, kakinya kesemutan. Kemudian saya lihat dia kejang-kejang,” kata Micki, Rabu (19/6/2019).

Micki menjelaskan, ketika itu dirinya mencoba mencari pertolongan dengan bertanya kepada pengemudi ojek daring di pinggir jalan. Namun, karena tak mendapat respons yang diharapkan, Micky mencoba menjelaskan kejadian tersebut dengan me-mention akun resmi Gojek.

“Setelah saya mention, saya langsung ditelepon operator Gojek. Saya diarahkan menuju rumah sakit terdekat dan mereka ketika itu langsung ditangani tim darurat, Tim Satgas Laka,” katanya.

Karena tidak bisa menyetir, Micki meminta bantuan para driver yang ditemuinya di lokasi dan meminta bantuan untuk mengendarai kendaraan korban menuju instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian.

Setibanya di rumah sakit, korban langsung dibantu pihak Satgas Laka Gojek dan ditangani tim dokter rumah sakit. Dengan kecepatan penanganan yang baik, nyawa korban berhasil diselatkan.

Terkait penyelamatan tersebut, Wira Hadi memaparkan, awalnya pelanggannya sempet mengira dirinya terkena serangan jantung. Namun, setelah diperiksa, diketahui Wira Hadi hanya mengalami pelemahan trombosit karena kelelahan. Wira Hadi menyatakan rasa berterima kasih karena telah dibantu penumpangnya dan juga Gojek yang menanggung biaya tindakan serta pengobatannya di rumah sakit.

“Tadi sudah saya antar reimbursment nya ke kantor Gojek. Semua langsung dibayarkan,” jelas pengemudi tersebut. Menyinggung kejadian tersebut, Michael Reza Say, VP of Corporate Affairs Gojek Indonesia mengatakan, sangat mengapresiasi interaksi, empati kepedulian yang luar biasa dari para penumpang kepada mitra mereka.

“Keamanan dan keselamatan pengguna merupakan prioritas kami. Gojek senantiasa berupaya menghadirkan layanan yang mampu menjawab solusi pengguna dan mitra driver, termasuk melalui keberadaan Unit Darurat yang dapat merespons situasi emergency dengan cepat. Sehingga masyarakat dapat terus menggunakan layanan transportasi Gojek dengan aman dan nyaman,” jelas Michael.

Pihaknya bersyukur, Unit Darurat Gojek tersebut dapat bekerja cepat dan taktis. Membantu situasi darurat yang menimpa mitra kerja mereka. “Kami juga mengapresiasi langkah sigap yg dilakukan Bapak Micki selaku customer untuk segera menghubungi Unit Darurat Gojek untuk dapat memberikan pertolongan lebih lanjut. Ini dapat menjadi contoh yang baik bagi penumpang ataupun driver lain dalam menyikapi situasi darurat yang dihadapi saat berada di perjalanan,” jelasnya.

(ayobandung/tow)