Ada Tarif Baru, GrabCar dkk Tidak Bisa Mainin Tarif Lagi

15099

Demi kesetaraan dua jenis operator taksi konvesional dan online, pemerintah akhirnya memutuskan membuat aturan tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah angkutan taksi online yang dituangkan dalam Peraturan Menteri (PM) 26 Tahun 2017. Tentu hadirnya aturan ini membuat tidak ada lagi tarif murah yang bisa diberikan operator seperti Grab, Go-Jek, dan Uber.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengguna transportasi beraplikasi harus bisa bersikap dewasa menerima adanya kenaikan tarif taksi online. Kenaikan tarif yang sudah di tetapkan sudah menghitung berbagai komponen seperti biaya tetap, biaya tidak tetap, biaya pulsa, biaya penyediaan aplikasi, dan biaya asuransi.

“Untuk pengguna juga harus dewasa, jangan menikmati pertarungan 3 operator (Grab, Uber, Go-Jek) bersaing harga murah. Jangan sampai yang hidup hanya satu. Kalaupun harga tinggi kita kontrol,” ujarnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Baca Juga: Ada Tarif Baru, Grab dan Uber Optimis Konsumen Tetap Memilih Taksi Online

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto menambahkan, dengan penetapan tarif taksi online membuat harga sedikit meningkat. Namun pengguna harus mengetahui, ditetapkannya tarif supaya operator taksi tidak ada yang seenaknya menetapkan besaran tarif.

“Jadi ada satu kesetaraan dan yang penting adalah, dalam penetapan aturan ini kita membuat keamanan, kenyamanan bagi konsumen, pengemudi, dan perusahaan,” ujarnya.

(okezone/tow)