4 Tips Aman dan Nyaman Menggunakan Taksi Online

20027

Kehadiran layanan angkutan sewa khusus berbasis aplikasi memberikan alternatif bagi masyarakat. Harga yang relatif terjangkau, akses kendaraan yang praktis, dan layanan yang beragam jadi alasan begitu cepatnya aplikasi semacam Gojek, Grab, dan Uber populer.

Namun tak dipungkiri, ada sejumlah celah yang mengakibatkan ketidaknyamanan baik bagi penumpang maupun pengemudi. Bila perilaku pengemudi relatif terjaga akibat kode etik dari perusahaan, perilaku penumpang cenderung tak terawasi.

Di bawah ini terdapat beberapa tips yang bagi para pengguna jasa transportasi daring agar perjalanan bisa berjalan nyaman.

1. Sopan dan saling menghormati

Slogan pelanggan adalah raja tak selamanya benar. Konsumen layanan ridehailing dituntut menghormati pengemudi yang melayaninya.

Salah satu bentuk saling menghormati adalah tidak merokok, makan, atau minum di kendaraan yang ditumpangi. Pasalnya hal semacam itu bisa mengotori kendaraan si pengemudi.

Selain itu ketika dalam keadaan tergesa-gesa, coba jangan paksa pengemudi melanggar rambu lalu lintas termasuk kelengkapan berkendara.

Dian Safitri, Head of Communications Uber Indonesia, menyebut seringkali pengemudi terjebak dalam situasi rumit ketika penumpang memintanya melanggar aturan.

“Di layanan motor, kadang pengemudi merasa kikuk karena penumpangnya menolak memakai helm dengan alasan jaraknya yang dekat atau demi penampilan,” kata Dian yang ditemui di kantor Uber di Plaza UOB, Jakarta, Rabu (12/7).

2. Gunakan Kendaraan Lain saat Penumpang Berlebih

Dalam layanan roda empat, rata-rata penyedia layanan transportasi memberi batas maksimal empat orang dalam satu perjalanan. Menurut Uber, jumlah penumpang yang pantas dalam satu layanan transportasi bisa dilihat dari helm atau sabuk pengaman dalam kendaraan.

Pada layanan motor, karena hanya helm yang tersedia hanya satu orang maka penumpangnya hanya untuk satu orang. Sementara di layanan mobil, penumpang dibatasi sesuai sabuk pengaman yang hanya untuk empat orang.

Lebih dari itu, penumpang disarankan memesan kendaraan tambahan.

3. Siap saat hendak dijemput

Bagian menunggu penjemputan merupakan salah satu momen yang paling menyebalkan bagi penumpang. Saat estimasi waktu penjemputan terlalu lama, penumpang tak jarang membatalkan pesanan dan beralih ke angkutan lain. Namun hal yang sama juga dirasakan oleh pengemudi.

Ketika pengemudi sampai di lokasi penjemputan lebih cepat, penumpang sebaiknya menginformasikan terlebih dahulu akan datang telat. Sebab bagi pengemudi, waktu adalah uang.

4. Pastikan alamat penjemputan dan tujuan tepat

Tak sedikit proses penjemputan dan pengantaran berakhir bencana karena penumpang salah memasukkan alamat. Dian menceritakan pernah seorang pengguna Uber nyaris membayar tagihan berkali-kali lipat karena salah memasukkan alamat tujuan.

Menurut Dian, penumpang perlu cermat melihat alamat saat mengetik lokasi penjemputan atau tujuan. Sebab ada nama tempat yang sama namun punya alamat yang berbeda.

(cnn/tow)